Bergemuruh, Merapi Keluarkan Lava Pijar Tiada Henti
Jumat, 23 Jun 2006 17:29 WIB
Yogyakarta - Merapi masih terus mengeluarkan lava pijar. Guguran lava pijar yang teramati dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten mulai masuk ke salah satu anak sungai di hulu Kali Woro. Guguran lava pijar itu mulai masuk ke Kali Talang, sekitar 750 meter dari Kali Woro.Berdasarkan pantauan detikcom, mulai Kamis (22/6/2006) malam hingga Jumat (23/6/2006) siang di Desa Balerante Klaten, material Merapi yang masuk ke Kali Talang akibat Bukit Kendil yang ada di hulu Kali Gendol sudah penuh. Material dari puncak Merapi yang turun langsung berbelok ke kiri masuk ke Kali Talang. Sedang hutan di Bukit Kendil juga sudah banyak yang hangus terbakar. Sepanjang Kamis malam hingga Jumat pagi, Merapi tidak pernah berhenti mengeluarkan lava pijar yang sebagian besar mengarah Kali Gendol dan Kali Krasak. Hampir setiap 10 menit sekali, guguran lava pijar disertai suara gemuruh batu berguguran yang turun ke arah Kali Gendol dengan jarak rata-rata 1 - 2,5 kilometer."Bila terjadi terus menerus, hampir dipastikan lava pijar tidak hanya masuk ke Gendol saja tapi sudah masuk ke Kali Talang. Dan tidak lama lagi akan masuk ke Kali Woro yang merupakan induk Kali Talang dari puncak," kata Awid (25), salah seorang relawan yang berada di Posko Balerante kepada detikcom, Jumat (23/6/2006).Menurut dia, bila lava masuk ke Kali Woro, warga Desa Balerante dan Sidorejo Kecamatan Kemalang akan terancam keselamatannya. Sebab kedua desa tersebut berada di sisi barat dan timur Kali Woro. Sedang dari puncak kedua desa itu hanya berjarak sekitar 6 kilometer. "Karena itu tiap malam, kami selalu menggiatkan ronda kepada warga Dusun Gondang, Ngipiksari, Sambungrejo maupun Deles yang paling dekat dengan hulu Kali Woro," kata dia. Sementara itu berdasarkan laporan Kepala Seksi Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo, secara umum aktivitas merapi masih tinggi berdasarkan data kegempaan baik guguran lava pijar, awan dan gempa fase banyak yang tercatat di pos-pos pengamatan.Awan panas yang muncul pada hari Jumat (23/6/2006) mulai 00.00-06.00 tidak dapat teramati dari Pos Kaliurang karena cuaca yang berkabut. Sedangkan berdasarkan catatan seismograf awan panas terjadi sebanyak 4 kali. Guguran lava pijar ke arah Kali Krasak dan Gendol yang teramati masing-masing sebanyak 16 kali dengan jarak 2 km dan 53 kali dengan jarak 1 km. Sedang berdasarkan catatan seismograf terjadi sebanyak 78 kali.
(asy/)











































