Update Kabar 6 WNI Tertahan di Kapal Sky Fortune Filipina: 1 Orang Sakit

ADVERTISEMENT

Update Kabar 6 WNI Tertahan di Kapal Sky Fortune Filipina: 1 Orang Sakit

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 13:22 WIB
MV Sky Fortune, kapal yang memuat 6 WNI. Mereka telantar selama 7 bulan tanpa gaji dengan kondisi mengkhawatirkan. (Dok Istimewa)
MV Sky Fortune, kapal yang memuat 6 WNI. Mereka telantar selama 7 bulan tanpa gaji dengan kondisi mengkhawatirkan. Ini foto saat kapal bersandar, sebelum kembali lagi ke tengah lautan. (Dok Istimewa)
Jakarta -

Enam warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di MV Sky Fortune masih tertahan di lautan Filipina. Laporan terbaru, satu WNI dalam kondisi sakit.

Perkembangan pekerja migran Indonesia di Filipina ini disampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila lewat situs resminya, diakses detikcom, Selasa (9/8/2022).

KBRI Manila meminta penjaga Pantai Filipina (Philipine Coast Guard/PCG) dan dokter karantina untuk memonitor kondisi enam WNI di kapal itu. Kemudian, PCG dan dokter karantina berangkat ke kapal itu, di kawasan Tabaco.

"PCG beserta Dokter Karantina telah memeriksa kondisi kesehatan para PMI ABK, dan memberikan pengobatan bagi satu orang WNI yg dilaporkan sakit," demikian keterangan KBRI Manila.

Kondisi di dalam kapal MV Sky Fortune (Dok KBRI Manila)Kondisi di dalam kapal MV Sky Fortune (Dok. KBRI Manila)

Sejak menerima laporan kasus kapal Sky Fortune bulan Maret 2022, KBRI Manila menyatakan telah mengunjungi langsung lokasi kapal, melihat kondisi ABK WNI, dan memberikan bantuan perawatan satu ABK WNI yang sakit di rumah sakit, serta memastikan bantuan logistik terpenuhi. KBRI Manila juga telah menggelar audiensi virtual kepada keluarga ABK pada bulan Maret serta memberi bantuan logistik pada Juli kemarin.

Sampai saat ini, enam WNI itu masih tetap tertahan di dalam kapal. KBRI Manila terus berupaya memastikan semua WNI itu dalam kondisi baik.

"Kasus ini dinilai cukup rumit karena menyangkut kasus hukum dan tanggung jawab pemilik kapal dan para ABK khususnya terkait dengan keberadaan kapal. Namun demikian, KBRI Manila akan terus berupaya dan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat hingga kasus ini terselesaikan," kata KBRI Manila.

Selanjutnya, tujuh bulan tanpa gaji.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT