Adik Saya Lulus UN Berkat Kunci Jawaban Sang Guru

Adik Saya Lulus UN Berkat Kunci Jawaban Sang Guru

- detikNews
Jumat, 23 Jun 2006 15:53 WIB
Jakarta - Entah apa yang terjadi dengan ujian nasional (UN) saat ini. Banyak masalah yang timbul, antara lain siswa-siswa yang cukup pandai malah tidak lulus. Masalah lain, ternyata ada guru yang sengaja membocorkan jawaban kepada siswa agar sekolahnya bisa meluluskan para siswanya. Pembaca detikcom, Harris, menceritakan pengalaman adiknya yang lulus UN dalam e-mailnya kepada redaksi detikcom, Jumat (23/6/2006). Berikut kisah yang ditulis Harris: Saya punya adik yang alhamdulilah lulus UN. Meskipun demikian saya ingin memberitahu bahwa:1. Adik saya lulus karena diberikan kunci jawaban oleh 3 guru (salah satunya kepala sekolah). Adik saya bersekolah di sekolah swasta di Jakarta Selatan dan saya rasa ia tidak akan lulus kalau tidak diberi kunci jawaban, sebab IQ-nya memang dibawah standar. Beruntunglah adik saya dan teman-teman satu sekolah mendapat kunci jawaban dari guru yang pintar sehingga bisa lulus. Temannya yang sekelas justru tidak lulus karena memilih kunci jawaban dari guru lainnya yang salah dalam memberikan jawaban. Jadi memang kebocoran ini sudah massal di 1 sekolah tersebut. 2. Adanya kasus kebocoran ini adalah bukti kekurangpadaian Mendiknas yang menerapkan UN sebagai faktor satu-satunya kelulusan siswa. Sudah pasti kebocoran akan terjadi, sebab siapa sih kepala sekolah yang mau dipanggil pemerintah gara-gara muridnya banyak yang gak lulus? Jadi sangat bodoh/terlalu jujur bagi guru-guru/kepala sekolah yang tidak membocorkan UN, karena akan berdampak buruk pada karir mereka, belum lagi dihujat oleh murid dan ortunya karena ternyata antara soal yang diajarkan dan soal yang keluar berbeda jauh.3. Saya sangat mendukung untuk menjadikan UN sebagai pemetaan kualitas pendidikan di Indonesia, bukan sebagai faktor kelulusan. Yang lebih berhak menentukan lulus/tidaknya adalah guru yang mengajarkan, bukan pemerintah. Memangnya tahu apa pemerintah tentang siswa yang bersekolah?? Yang jelas, lebih lebih tahu gurunya. 4. Mendiknas Bambang Sudibyo sebaiknya lengser saja, karena tidak becus ngurus pendidikan. UN itu kan cuma proyek bagi departemen pendidikan, agar uangnya bisa dikorupsi/mark up. Mana mau UN dihapus karena proyek pencetakan kertas ujian adalah proyek yang duitnye gede.Sementara seorang pendidik, Agus Irianto, juga mengkritisi tentang penyelenggaraan UN ini. Dalam e-mailnya, Agus mengaku sedih mengikuti perkembangan UN akhir-akhir ini. Bagi Agus, inti suatu ujian adalah mengetahui kemampuan anak didik dalam menerima materi yang telah disampaikan sebelumnya. Di sana, ada dua pihak yang berkepentingan langsung yaitu pengajar dan peserta didik/siswa. Sudah ada kurikulum nasional, maka guru dan siswa harus tetap memperhatikannya, entah siapa yang menguji nanti tidak masalah karena pedoman dan kisi-kisinya jelas. "Ketidakberhasilan menunjukkan bahwa guru dan murid tidak berhasil mengikuti pedoman dan saya kira UN menjadi tolok ukur yang netral tentang hal itu. Tentu di masa depan, bisa saja nilai akhir ditentukan dengan menambahkan komponen hasil ujian tes harian atau periodik. Tapi saat ini UN tepat sebagai tolok ukur penilaian yang netral," tulis Agus.Bila ada orang seperti anggota DPR yang banyak menyuarakan pembatalan atau semua harus lulus, menurut Agus, perlu dipertanyakan kadar otak mereka. Terlepas UU DIKNAS seperti apa, menurut Agus, saat ini UN merupakan tolok ukur objektif dan netral.Di mana pun di dunia, seseorang harus siap gagal, begitu pun dalam UN. "Kalau lulus 100% itu justru menunjukkan proses pendidikannya meragukan, 10-15% ketidaklulusan sangat wajar. Nah sekarang bagaimana mempersiapkan anak didik untuk siap menghadapi kenyataan. Orangtua juga harus menyadari hal ini," demikian Agus. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads