ADVERTISEMENT

Sekdaprov Papua & Pj Bupati Lanny Jaya Atasi Dampak Bencana Hujan Es

Erika Dyah - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 09:51 WIB
Pemkab Lanny Jaya
Foto: Pemkab Lanny Jaya
Jakarta -

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Ridwan Rumasukun dan Penjabat (Pj.) Bupati Lanny Jaya Petrus Wakerkwa turun langsung mengatasi dampak bencana alam hujan es. Fenomena alam ini melanda sejumlah kampung di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya.

Penjabat (Pj.) Bupati Lanny Jaya, Petrus Wakerkwa menjelaskan pihaknya melakukan berbagai upaya dalam mengatasi dampak bencana dengan melibatkan tim gabungan. Tim terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lanny Jaya.

Ia mengatakan bencana alam hujan es merupakan fenomena alam yang terjadi dalam kurun waktu 15 tahun atau 6 tahun sekali. Setelah adanya gejala alam yang menandakan bakal terjadi bencana tersebut, pemerintah daerah (Pemda) melakukan langkah-langkah penanganan dini sebulan sebelum bencana tiba. Salah satunya dengan mendistribusikan logistik bagi masyarakat yang berada di Distrik Kuyawage, Distrik Wano Barat, dan Distrik Goa Balim.

Usai menerima laporan kejadian bencana hujan es pada Senin (18/7) dari masyarakat Distrik Kuyawage, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya membentuk tim keesokan harinya yang langsung terjun melakukan penanganan.

"Pada hari Kamis tanggal 21 Juli 2022 Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya telah mengirimkan dan menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak berupa beras sebanyak 9,8 ton dan sembako lainnya yang cukup untuk sementara dipakai warga yang terdampak," ungkap Wakerkwa dalam keterangan tertulis, Selasa (9/8/2022).

Ia menambahkan Pemkab Lanny Jaya juga menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Embun Beku dan Hujan Es di Distrik Kuyawage. Berlaku mulai dari 25 Juli hingga 25 Oktober 2022.

Selain dari Pemda setempat, pihaknya juga mendapat bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) pada 19 hingga 20 Juli 2022. Kemudian Pemkab Lanny Jaya bersama tim dari Kemensos menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak.

Selanjutnya, pada 4 Agustus 2022, Pemkab Lanny Jaya mengirimkan tim kesehatan ke lokasi bencana sejumlah 11 orang yang terdiri dari 1 orang dokter dan 10 tenaga kesehatan lainnya. Kemudian dibentuk pula Posko Tanggap Darurat Bencana di Bandara Tiom yang dikomandani oleh Wakerkwa.

"Pada hari Senin tanggal 8 Agutus 2022, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya akan menyalurkan bantuan lanjutan berupa beras sebanyak 10 ton dan sembako lainnya ke lokasi terdampak bencana," ujarnya.

Lebih lanjut, Wakerkwa mengungkap bencana alam tersebut mengakibatkan ratusan masyarakat kehilangan bahan makanan. Kondisi kesehatan masyarakat juga menurun akibat mengonsumsi makanan yang sudah mengandung zat yang membahayakan tubuh.

Berdasarkan laporan masyarakat Distrik Kuyawage pada Senin (18/7), bencana ini berdampak terhadap 548 kepala keluarga yang meliputi 2.740 jiwa. Selain itu, empat orang dilaporkan meninggal dan 61 orang mengalami diare. Namun, berdasarkan penelusuran tim, satu dari empat yang meninggal tersebut karena memiliki penyakit bawaan.

"Sehingga yang meninggal berjumlah 3 orang balita, dan tidak benar diberitakan 4 orang meninggal dunia," jelasnya.

Pada saat rombongan Pemda dan Kemensos tiba di lokasi, ungkap Wakerkwa, rombongan mendapat informasi dari tim medis ihwal adanya ibu hamil yang mengalami gangguan persalinan. Untuk itu, tim bergerak mengevakuasi pasien ke RSUD Wamena menggunakan transportasi udara. Namun sayangnya, pada Jumat (5/7) pasien tersebut dikabarkan telah meninggal dunia.

"Sehingga jumlah orang meninggal pasca-bencana sampai hari Minggu (7/8) berjumlah 4 orang," tuturnya.

Lihat juga video 'Penampakan Hujan Es Sebesar Bola Tenis Hantam Prancis, 1 Warga Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT