ADVERTISEMENT

Nyanyian Bharada Eliezer, Akankah Bikin Tambah Geger?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 05:58 WIB
Jakarta -

Pernyataan baru yang dilontarkan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E membuat kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J semakin terang benderang. Pernyataan Bharada E kali ini berbeda saat ia pertama kali menjalani pemeriksaan.

Bharada E juga menyampaikan berita acara pemeriksaan (BAP) baru kepada penyidik. Dia juga kemudian mengajukan diri menjadi saksi pelaku yang bekerja sama (justice collabolator) sebagai syarat mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sebagai informasi, Brigadir Yoshua tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (8/7). Polisi menyebut Brigadir Yoshua tewas akibat baku tembak dengan Bharada E. Brigadir Yoshua merupakan personel yang ditugaskan sebagai sopir, sementara Bharada E ditugaskan sebagai pengawal keluarga Sambo.

Suasana Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo Pagi Ini Usai Uji BalistikRumah dinas Irjen Ferdy Sambo (Foto: Rizky Adha Mahendra/detikcom)

Namun belakangan, ada perubahan pernyataan Bharada E yang bikin geger. Berikut keterangan baru Bharada E seputar kasus tewasnya Brigadir J:


1. Ada Tekanan Tembak Brigadir J

Saat kasus ini muncul di publik, Bharada E disebut menembak Brigadir J untuk membela diri. Pada Jumat (8/7) lalu, Bharada E awalnya mendengar permintaan tolong dan teriakan istri Irjen Ferdy Sambo.

Ketika Bharada E mendatangi sumber suara dan bertanya soal apa yang terjadi, Brigadir J disebut merespons dengan melepas tembakan. Pada informasi awal, Brigadir J disebut melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo.

Namun, ternyata Bharada E meralat pernyataannya. Pengacara Bharada E, Boerhanuddin mengatakan Bharada E mengaku menembak Brigadir J karena ada tekanan dari 'atasan'. Dia tak menjelaskan detail mengapa Bharada E diperintah melakukan penembakan.

"Dari BAP dan keterangan kepada kuasa hukum, dia mendapatkan tekanan dapat perintah untuk menembak, itu saja," ujarnya.

Selengkapnya di halaman berikutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT