ADVERTISEMENT

Guru Besar Universitas Bhayangkara Bicara Politik Massa di Pilpres 2024

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 01:50 WIB
Hermawan Sulistyo
Foto: Guru Besar Universitas Bhayangkara Jaya, Profesor Hermawan Sulistyo, (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Guru Besar Universitas Bhayangkara Jaya, Profesor Hermawan Sulistyo, membahas soal politik massa di Pilpres 2024. Menurutnya hal itu akan mempengaruhi sikap para elite politik.

"Tahun 2024 pemilu, kita berbicara tentang politik massa. Politik massa sangat penting di negara ini karena berpengaruh secara langsung kepada elit politik," kata Hermawan dalam forum Security Update yang digelar Universitas Bhayangkara Jaya di Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/8/2022).

Hermawan menuturkan kajian tentang politik massa memerlukan waktu panjang untuk tahu persis karakter massa yang dimaksud. Pendekatan kajian politik massa tak sekadar dari satu potret peristiwa.

"Semua politik massa itu harus kajiannya longitudinal. Pendekatannya bukan hanya dari snapshots, tetapi potret dari event tersebut. Harus ada data, biasanya untuk statistik sosial dan ekonomi serta populasi," jelas dia.

Mantan peneliti senior LIPI ini menyebut statistik sosial, ekonomi dan popilasi penting sebagai data kajian politik massa. "Tidak ada politik massa yang meledak menjadi kerusuhan tanpa faktor kausatif yang mempengaruhi event tersebut," terang Hermawan.

Hermawan menilai Indonesia memiliki faktor pemicu konflik di 2024 yaitu kondisi ekonomi masyarakat dan politik itu sendiri. Pemicu inilah, sambung dia, yang akan mempengaruhi tindakan dan sikap elite politik.

"Semua politik massa tidak memiliki pengaruh terhadap elite politik, selama tidak ada faktor yang memicu. Jadi kita memiliki faktor kausatif dan faktor yang memicu. Apa itu faktor kausatif? Faktor kausatif adalah kondisi ekonomi dan politik," ungkap Hermawan.

Dia mengatakan 2024 merupakan kompetisi terbuka lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak akan lagi maju sebagai calon presiden. Dia lalu menyebut kemungkinan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mencalonkan diri.

"Tahun 2024 adalah tahun pemerintahan terakhir Presiden Jokowi. Jadi nantinya akan menjadi kompetisi terbuka, orang akan bertanya-tanya siapa yang akan menjadi kompetitornya? Kita berbicara tentang Prabowo, Ganjar, Anies Baswedan, tetapi tidak ada orang yang berbicara tentang Andika. Dia akan menjadi (calon) presiden. Saya tidak seharusnya mengatakan ini. Seperti bom waktu apabila saya mengatakan akan hal ini," pungkas Hermawan.

Forum Security Update yang digelar Universitas Bhayangkara Jaya di Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/8/2022).Foto: Forum Security Update yang digelar Universitas Bhayangkara Jaya di Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/8/2022). (Tangkapan layar Zoom Meeting)
(aud/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT