ADVERTISEMENT

LPSK Sorot Risiko Bharada E sebagai Saksi Kunci Kasus Brigadir J

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 20:52 WIB
Ketua LPSK Hasto Atmojo (Jerie-detikcom).
Ketua LPSK Hasto Atmojo (Jerie/detikcom)
Jakarta -

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo berbicara tentang adanya relasi kuasa di kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Ia pun mengingatkan penyidik untuk menjamin keamanan dari Bharada E.

"Karena sebagai saksi kunci dan ini kasus tampaknya ada dimensi relasi kuasa. Tentu kan ada risiko tertentu yang bisa dialami oleh Bharada E. Oleh karena itu, Bareskrim harus menjamin keamanannya dan sebagainya," ungkap Hasto di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (8/8/2022).

LPSK berencana menyambangi Bareskrim besok. Selain bertemu dengan penyidik, LPSK ingin memastikan terkait justice collaborator yang diajukan Bharada E.

"Ke Bareskrim kita mau ketemu Bharada E langsung dan kita mau pastikan apakah benar yang bersangkutan bersedia menjadi justice collaborator dan juga memastikan ke Bareskrim untuk pengamanan yang bersangkutan," paparnya.

Hasto pun menyinggung keterangan Bharada E yang menyebut adanya 'perintah' atasan terkait penembakan Brigadir J. Hasto menduga ada pelaku yang lebih dominan dari Bharada E.

"Ya misalnya keterangan Bharada E, dia hanya mendapatkan perintah untuk melakukan penembakan dan sebagainya. Itu kan berarti ada pelaku yang lebih dominan ya, baik peranannya maupun posisinya," papar Hasto.

Sebelumnya diberitakan, pengacara Bharada E, Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin, datang ke LPSK. Mereka datang untuk mengajukan permohonan status justice collaborator (JC) bagi Bharada E.

"Bahwa pada siang hari ini, kami datang ke LPSK dengan dasar bahwa kami akan mengajukan permohonan perlindungan hukum di LPSK. Jadi kami harapannya bertemu dengan pimpinan di LPSK," kata Deolipa di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (8/8/2022).

Deolipa mengatakan pihaknya membawa salinan surat kuasa dan surat perlindungan saksi yang diajukan oleh Bharada E. Dia menjelaskan alasan Bharada E mengajukan JC supaya kasus kematian Brigadir Yoshua Nofriansyah atau Brigadir J menjadi terang.

Simak video 'Pengakuan Baru Pengacara Bharada E: Tak Ada Baku tembak!':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT