ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

Hikmahbudhi Apresiasi Penahanan Irjen Sambo: Beri Dampak Positif ke Polri

Zunita Putri - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 17:31 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bakal memutasi sejumlah personel polisi. Mereka diduga melanggar kode etik terkait penanganan kasus tewasnya Brigadir J.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menempatkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob karena diduga melanggar etik dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir Yoshua. Hikmahbudhi menilai langkah itu memberi dampak positif ke Polri.

"Langkah yang sangat tepat diambil oleh Polri dalam menahan Irjen FS (Ferdy Sambo), karena hari ini kredibilitas Polri akan diragukan jika FS ini tidak ditahan," ujar Ketua Umum Hikmahbudhi, Wiryawan, kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Wiryawan mengatakan langkah Polri saat ini semakin menunjukkan titik terang kasus ini. Dia juga menilai kasus ini adalah bentuk keseriusan Polri untuk mengembalikan nama baik institusi.

"Penahanan FS ini juga akan memberikan dampak positif ke Polri karena sejauh ini incaran publik adalah Saudara FS," katanya.

"Saya melihat respons masyarakat, khususnya netizen, mulai memberikan respons positif terhadap institusi Polri, di mana sebelumnya masyarakat meragukan ketegasan Polri dalam mengungkap kasus ini. Saya pikir ini bukti serius Polri untuk mengembalikan nama baik institusi," lanjutnya.

Diketahui, Irjen Ferdy Sambo kini ditempatkan di Mako Brimob Polri atas dugaan pelanggaran etik penanganan kasus tewasnya Brigadir Yoshua Hutabarat. Irjen Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob setelah diperiksa dan dicopot dari jabatannya.

Berdasarkan catatan detikcom, Minggu (7/8), Irjen Ferdy Sambo diperiksa di Mabes Polri pada Kamis (4/8), lalu dicopot dari jabatannya pada hari yang sama. Kemudian, Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob pada Sabtu (6/8).

Ferdy Sambo diduga mengambil kamera pengawas atau CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J.

Di samping itu, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, yang berstatus tersangka pembunuh Brigadir J, telah siap menjadi justice collaborator untuk mengungkap kasus ini. Hal itu disampaikan Deolipa Yumara, pengacara baru Bharada E.

(hri/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT