ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Pembangunan Tembok Antilongsor Cilebut Bogor Sudah Capai 60%

Muchamad Sholihin - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 15:54 WIB
Tembok antilongsor di Jl Raya Cilebut, Kota Bogor, Jawa Barat, 8 Agustus 2022. (Muchamad Sholihin/detikcom)
Tembok antilongsor di Jl Raya Cilebut, Kota Bogor, Jawa Barat, 8 Agustus 2022. (Muchamad Sholihin/detikcom)
Jakarta -

Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Jl Raya Cilebut yang rawan longsor masih terus dikerjakan. Proses pengerjaan sudah mencapai lebih dari setengah tebing.

Progres pengerjaan tembok antilongsor di Jl Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor, disampaikan oleh pengawas proyek pembangunan TPT, M Adiat.

Dia mengatakan progres proyek saat ini mencapai 60 persen. Pengerjaan akan dilakukan dengan tambahan jam kerja (lembur) agar proyek rampung sesuai waktu yang ditentukan.

"Ya mudah-mudahan bisa terkejar waktunya, sisa waktu sekitar dua minggu lagi harus selesai," kata Adiat di lokasi, Senin (8/8/2022).

Tembok antilongsor di Jl Raya Cilebut, Kota Bogor, Jawa Barat, 8 Agustus 2022. (Muchamad Sholihin/detikcom)Tembok antilongsor di Jl Raya Cilebut, Kota Bogor, Jawa Barat, 8 Agustus 2022. (Muchamad Sholihin/detikcom)

Para pekerja tampak masih beraktivitas memasang batu pada dinding penahan tanah. Tembok penahan tanah (TPT) akan dibuat dengan bentuk tiga anak tangga. Ketinggian setiap anak tangga mencapai 4 meter.

"Jadi nanti dibuat tiga trap. Yang bawah itu yang sudah selesai, itu trap pertama, tingginya 4 meter. Sekarang sedang penyelesaian trap kedua," kata Adiat.

Sejak awal April 2022, Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat memulai proses pembangunan TPT Jl Raya Cilebut sepanjang 19,5 meter dari awal pengajuan sepanjang kurang lebih 30 meter.

Tembok antilongsor di Jl Raya Cilebut, Kota Bogor, Jawa Barat, 8 Agustus 2022. (Muchamad Sholihin/detikcom)Tembok antilongsor di Jl Raya Cilebut, Kota Bogor, Jawa Barat, 8 Agustus 2022. (Muchamad Sholihin/detikcom)

Ironisnya, proyek TPT yang sudah mencapai 90 persen itu justru malah ambrol sebelum rampung, 16 Juni lalu. Pihak SDA Jawa Barat menyebut kejadian itu akibat kondisi alam di lokasi dan bukan akibat kelalaian kontraktor.

Pembangunan pun kembali dilanjutkan berdasarkan kesepakatan. Pihak SDA Jawa Barat bersedia menambah waktu pembangunan selama 50 hari, dengan syarat kontraktor membayar denda sebesar Rp 500 ribu setiap hari selama 50 hari dimulai 2 Juli 2022.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT