ADVERTISEMENT

Dewan Ketahanan Nasional Ajukan Pergantian Nama Jadi Dewan Keamanan Nasional

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 14:30 WIB
Kepala Biro Persidangan, Sisfo, dan Pengawasan Internal Wantannas Brigjen TNI I Gusti Putu Wirejana (Kadek-detikcom)
Kepala Biro Persidangan, Sisfo, dan Pengawasan Internal Wantannas Brigjen TNI I Gusti Putu Wirejana (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) mengajukan surat pergantian nama menjadi Dewan Keamanan Nasional (Wankamnas) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wantannas masih menunggu keputusan Jokowi terkait pergantian itu.

"Kita sudah mengajukan surat kepada presiden dan sudah ditindaklanjuti oleh Setneg dan sudah ada izin prakarsa dari KemenPAN-RB untuk menyederhanakan Wantannas menjadi Wankamnas," kata Kepala Biro Persidangan, Sisfo, dan Pengawasan Internal Wantannas Brigjen TNI I Gusti Putu Wirejana kepada wartawan di Kantornya, Senin (8/8/2022).

Wirejana mengatakan organisasi di tubuh Wankamnas akan lebih luas. Maka, katanya, lebih muda untuk bekerja dengan kementerian atau lembaga terkait.

"Sebetulnya, dalam organisasi, Wankamnas lebih komprehensif ya, karena di situ ada kepala pusat intelijen, ada bagian siber dan sebagainya. Nanti semua keterkaitan tugas dan tanggung jawab yang ada di Kementerian maupun di badan itu ada lingkupnya," tuturnya.

Dia mengatakan Wantannas sendiri diatur melalui Perpres 101 Tahun 1999. Menurutnya, aturan tersebut sudah sangat lama dan perlu penyegaran.

"Mekanisme kerja bakal memudahkan, karena ada sinkronisasi. Wantannas itu Perpresnya 101 Tahun 1999. Itu sudah lama, out of date. Perlu kita ubah nomenklatur. Rekomendasi itu yang kita buat kepada presiden. Kita membuat surat kepada presiden. Nanti tergantung beliau, apakah akan dilanjutkan atau tidak. Ataupun bapak presiden belum bersidang kabinet. Ataupun dengan Setneg bagaimana. Keputusan di bapak presiden. Kita terus memberikan saran," ucapnya.

"Saat Wankamnas berdiri nanti pusat data itu otomatis harus berdiri apalagi nanti di IKN," lanjutnya.

Lihat juga video 'Anies Ganti Nama Jalan di Jakarta: Ini Tak Selesai di Sini':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT