Dari Jaktim, Tim Penyidik KPK Geledah Plaza Summarecon di Bekasi

ADVERTISEMENT

Dari Jaktim, Tim Penyidik KPK Geledah Plaza Summarecon di Bekasi

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 13:19 WIB
Eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin apartemen di Yogyakarta. Haryadi pun langsung ditahan oleh KPK, Jumat (3/6/2022).
Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Penggeledahan KPK dalam perkara yang menjerat mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, berlanjut. Dari Plaza Summarecon di Jakarta Timur (Jaktim), tim KPK melanjutkan penggeledahan di Plaza Summarecon, tapi kali ini di Bekasi, Jawa Barat.

"Hari ini tim penyidik melanjutkan upaya paksa penggeledahan bertempat di Plaza Summarecon Bekasi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (8/82022).

Hingga saat ini, Ali menjelaskan proses upaya paksa penggeledahan itu masih terus berlangsung. Ali memastikan bakal terus memberikan perkembangan terkait hasil penggeledahan itu.

"Kegiatan saat ini masih berlangsung dan perkembangan dari kegiatan ini, nantinya akan kami update kembali," lanjutnya.

Sebelumnya, tim KPK menggeledah Plaza Summarecon Jaktim pada Jumat, 5 Agustus 2022. Dari situ, tim KPK mendapatkan sejumlah dokumen dan alat elektronik.

"Di lokasi tersebut, selanjutnya ditemukan dan diamankan antara lain berbagai dokumen hingga alat elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara," kata Ali.

Nantinya, barang tersebut bakal disita oleh penyidik KPK untuk dilakukan analisis. Kemudian, akan ditambahkan ke dalam berkas perkara milik Haryadi Suyuti.

"Analisis berikut penyitaan atas temuan bukti-bukti ini segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara Tersangka HS dkk," tutup Ali.

Adapun perkara ini bermula saat KPK menjaring Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (2/6). Dia diringkus bersama Vice President Summarecon Agung Oon Nusihono.

Kemudian, pada Jumat (3/6) KPK menetapkan Haryadi Suyuti sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin apartemen di Yogyakarta. Selain Haryadi, KPK menetapkan tiga tersangka lainnya.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membeberkan ketiga tersangka tersebut, Jumat (3/6). Berikut ini rincian tersangka kasus suap yang menjerat Haryadi:

Tersangka Pemberi:

- Vice President Real Estate PT SA Tbk (Summarecon Agung), Oon Nusihono

Penerima:

- Wali Kota Yogyakarta 2017-2022, Haryadi Suyuti
- Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana
- Sekretaris Pribadi merangkap Ajudan Haryadi Suyuti, Triyanto Budi Yuwono

Alex menyebut Oon sebagai tersangka pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Lalu ketiga tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Alex mengatakan, dalam penangkapan Haryadi dkk, KPK mengamankan sejumlah uang dalam pecahan dolar sebagai barang bukti. Totalnya ada USD 27.258.

Simak juga 'Geledah Kantor Wali Kota Yogyakarta, KPK Sita Dokumen IMB':

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT