ADVERTISEMENT

Sempat Dicekik Hingga Dipukul, Ferra Manajang Tak Lelah Merawat ODGJ

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 07 Agu 2022 12:07 WIB
Jakarta -

Berdirinya Yayasan Gerakan Asih Abadi Indonesia (GERASA) didasari oleh rasa rindu sepasang pelayan gereja untuk mengurus orang-orang yang mengalami gangguan jiwa. Mereka melihat bahwa setiap jiwa memiliki nilai yang setara. Beranjak dari hal ini, Langkah pertama untuk menyelamatkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pun dimulai.

Proses adaptasi pada tahun pertama yang terbilang menyulitkan, berbuah kesabaran dan pelajaran sebagai hadiah untuk satu dasawarsa GERASA berdiri. Bertahun-tahun melayani ODGJ perempuan, Ferra Manajang mendalami berbagai perubahan binaannya dari waktu ke waktu. Satu hal yang ia tunggu, melihat titik bali pemulihan mental para perempuan yang ia bina. Bagi Ferra, masa itu adalah momen yang sangat luar biasa.

"Nah parameternya untuk sembuh dari sisi kami yang melayani, perbandingannya dengan pertama kali datang. Yang tadinya dia mengoceh sendiri, menangis, teriak-teriak. Tiba-tiba dia bisa tidur nyenyak. Malah bangun pagi, bisa dibangunkan," ungkap Ferra saat ditemui tim detikcom untuk program Sosok, Minggu (7/8/2022).

Ungkapan 'pengalaman adalah guru terbaik' terbukti dalam kisah perjuangan Ferra dalam merawat para binaannya. Ferra mengakui, proses pendampingan ODGJ ia lakukan tanpa adanya bantuan khusus dari ahli di bidang ini. Metode yang ia gunakan adalah pendekatan personal dan manusiawi. Dengan modal kasih sayang, Ferra justru mendapat banyak pelajaran dari kepingan kisah tiap-tiap binaannya.

"Jujur ya saya dibuat pintar oleh mereka, ternyata setiap gejolak kejiwaan mereka akhirnya saya belajar. Akhirnya saya ya otodidak sih ya. Yang penting satu, bermodal kasih," ujar Ferra.

Rasa tulus yang Ferra berikan setiap merawat para binaannya dibalas oleh ilmu yang dapat mengubah cara pandang Ferra terhadap kehidupan. Dari mereka, Ferra belajar arti sebuah kesabaran dan rasa kasih sayang.

"Setelah saya urus mereka, layani mereka, rawat mereka. Saya belajar kesabaran dan kasih sayang. Karena kalau nggak sabar, ya jujur, (saya) nggak bisa. Karena setiap hari kita dihadapkan dengan tingkah laku yang aneh-aneh," ungkapnya.

Balasan Ferra sesaat setelah dicekik dan dipukul, halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT