Nasib WNI di Kapal Sky Fortune: 7 Bulan Tanpa Gaji, Kena Penyakit Kulit

ADVERTISEMENT

Nasib WNI di Kapal Sky Fortune: 7 Bulan Tanpa Gaji, Kena Penyakit Kulit

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 05 Agu 2022 20:11 WIB
MV Sky Fortune, kapal yang memuat 6 WNI. Mereka telantar selama 7 bulan tanpa gaji dengan kondisi mengkhawatirkan. (Dok Istimewa)
MV Sky Fortune, kapal yang memuat 6 WNI. Mereka telantar selama 7 bulan tanpa gaji dengan kondisi mengkhawatirkan. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan enam warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) MV Sky Fortune telantar di Filipina. Begini keterangan anak salah satu WNI yang tertahan di kapal itu.

MV Sky Fortune telantar di Tabaco, Filipina. Sebelum Kemlu RI menyampaikan kabar enam WNI itu, telah viral beredar kabar di Twitter dari anak salah satu WNI di kapal itu, yakni May, lewat akun @maimeichil.

Jumat (5/8/2022), detikcom telah mendapat izin mengutip cerita May.

"Ayah saya usia 50 tahun sebagai 2nd engineer (teknisi kapal)," kata May kepada detikcom.

Di Twitter, dia telah menceritakan ayahnya dan lima kru WNI tertahan selama tujuh bulan di kapal yang sudah tidak layak. Mereka tidak digaji selama tujuh bulan.

Ayahnya bekerja di MV Sky Fortune mulai 5 Januari 2022. Namun, pada 19 Januari, kapal itu menabrak karang. Sebagian muatan beras terendam.

"Setelah kejadian tersebut, pihak perusahaan menyalahkan seluruh kru Indonesia karena kaptennya merupakan orang Indonesia. Awalnya perusahaan menjanjikan pemulangan dan pembayaran gaji setelah selesai bongkar muatan kargo beras yang tidak rusak namun sampai sekarang mereka masih di kapal," kata May.

Kapal tersebut memuat 17 orang, ada warga Filipina, Myanmar, dan utusan perusahaan dari China. "Semua kru dari negara lain mendapat gaji, kecuali kru Indonesia," kata May.

Para WNI itu hidup di kapal yang parkir itu selama tujuh bulan. Mereka menghadapi masalah air bersih. Penyakit mulai menghinggapi.

"Kondisi di kapal tersebut sudah sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan karena mereka tidak mendapatkan air bersih untuk mandi sehingga beberapa kru mengalami penyakit kulit dan tidak mendapatkan penanganan dari pihak medis," kata May.

Bila hujan turun, mereka menadah air dari langit supaya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci baju. Mereka juga membuat WC darurat.

Simak video 'Menlu: Penipuan Kerja di LN Meningkat, Ratusan WNI Jadi Korban':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, makan dari beras yang rusak terendam air:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT