Komnas HAM: Tak Ada Saksi Lihat Brigadir J Tembak-menembak dengan Bharada E

ADVERTISEMENT

Komnas HAM: Tak Ada Saksi Lihat Brigadir J Tembak-menembak dengan Bharada E

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 05 Agu 2022 15:59 WIB
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik,
Ketua Komnas HAM (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mengatakan pihaknya masih menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Dia mengatakan saksi-saksi masih akan terus diperiksa.

Taufan awalnya menjelaskan soal tak ada yang melihat penodongan pistol oleh Brigadir Yoshua di rumah Irjen Ferdy Sambo. Dia mengatakan ada keterangan dari salah satu saksi soal tembak-menembak, tapi saksi itu hanya mendengar suara.

"Sama dengan Bharada E. Ini kan baru keterangan Bharada E sendirian yang kemudian diperkuat oleh keterangan Ricky yang juga berada di lantai bawah. Tetapi Ricky sebenarnya tidak melihat langsung tembak-menembak itu. Dia katanya melihat Yoshua mengacungkan senjata kemudian ketika ada suara tembakan dia sembunyi. Jadi dia nggak tahu sebenarnya lawan tembaknya Yoshua itu siapa menurut kesaksian dia. Setelah kemudian suara tembakan berhenti, baru dia keluar dia lihat Yoshua sudah telungkup, kemudian dia lihat Bharada E turun dari tangga," kata Taufan dalam diskusi secara daring, Jumat (5/8/2022).

Dia mengatakan penyelidik masih bertanya-tanya soal kasus ini. Dia mengatakan Komnas HAM tak bisa menuduh sembarangan.

"Sehingga sebagai penyelidik kami bertanya-tanya ada apa ini begitu. Tentu saja kami tidak mau menuduh sembarangan tapi kami menduga, ada yang tidak logis begitu. Jadi saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada, makanya kami juga belum bisa meyakini apa terjadi pelecehan seksual atau tidak," kata dia.

Sebagai informasi, baku tembak menewaskan Brigadir Yoshua terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo di kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) sore. Polisi menyebut baku tembak itu diawali dugaan pelecehan oleh Brigadir Yoshua terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. Brigadir Yoshua merupakan personel kepolisian yang ditugaskan sebagai sopir istri Ferdy Sambo.

Dugaan pelecehan itu disebut membuat istri Ferdy Sambo berteriak. Teriakan itu kemudian didengar Bharada E yang bertugas sebagai pengawal Irjen Ferdy Sambo. Bharada E pun bertanya tentang apa yang terjadi tapi direspons dengan tembakan oleh Brigadir Yoshua.

Brigadir Yoshua dan Bharada E kemudian disebut terlibat baku tembak. Brigadir Yoshua tewas dalam baku tembak.

Kasus ini baru diungkap ke publik tiga hari kemudian atau Senin (11/7). Sejumlah pihak, mulai dari Menko Polhukam Mahfud Md hingga Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto, menilai ada kejanggalan dalam kasus ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit pun membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Selain itu, Komnas HAM dan Kompolnas ikut mengusut sebagai tim eksternal.

Simak video 'Bharada E Tersangka Kasus Brigadir J, Komnas HAM: Sesuai Temuan':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT