ADVERTISEMENT

Bamsoet Apresiasi Rute Baru Wings Air Pondok Cabe-Purbalingga PP

Dea Duta Aulia - detikNews
Jumat, 05 Agu 2022 14:22 WIB
Ketua MPR Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Presiden Direktur Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi meresmikan dan membuka penerbangan perdana Lion Group dengan menggunakan maskapai Wings Air, rute penerbangan Pondok Cabe - Purbalingga (PP) dan Pondok Cabe - Cepu Blora (PP). Melalui rute baru tersebut diharapkan mampu terciptakan konektivitas yang berdampak positif pada pelaku UMKM.

Ia menambahkan tidak kurang dari tiga tahun diupayakan agar ada penerbangan langsung dari Jakarta menuju Purbalingga dan sebaliknya. Dengan hadirnya rute tersebut semakin membuka konektivitas wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) yang selama ini kesulitan akses dari dan menuju Jakarta.

"Karena jika harus menggunakan pesawat udara dari Yogyakarta, harus terlebih dahulu menempuh perjalanan darat selama 2 hingga 3 jam. Naik kereta dari Purwokerto, membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Dengan adanya rute Pondok Cabe - Purbalingga (PP), waktu tempuh bisa dipangkas dengan penerbangan tidak kurang dari satu jam," kata Bamsoet dalam keterangan, Jumat (5/8/2022).

Ia optimistis, tersedianya rute tersebut bisa berdampak positif pada 96.000 lebih UMKM di Purbalingga termasuk pelaku usaha industri bulu mata dan rambut palsu, 71.000 lebih UMKM di Banjarnegara, serta 40.000 lebih UMKM di Kebumen.

"Sebagai tahap awal, Wings Air akan menyediakan rute penerbangan Pondok Cabe - Purbalingga (PP) menggunakan pesawat ATR 72-600 satu kali dalam seminggu. Yakni setiap hari Jumat, dengan kode penerbangan IW-1710, berangkat Pukul 08.20 WIB dari Pondok Cabe dan tiba di Purbalingga Pukul 09.30 WIB. Kemudian dengan kode penerbangan IW-1711, berangkat dari Purbalingga Pukul 09.50 WIB dan tiba di Pondok Cabe pukul 11.00 WIB. Kedepannya rute penerbangan tersebut harus bisa tersedia setiap hari, sehingga semakin memudahkan konektivitas masyarakat dan mendukung geliat perekonomian di wilayah Barlingmascakeb," jelaskan.

Selain itu, Bamsoet turut meminta pemerintah, khususnya Pertamina agar bisa menurunkan harga jual avtur di Indonesia menjadi lebih murah atau paling tidak mengimbangi harga jual di Singapura dan Malaysia. Langkah bertujuan untuk menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat.

"Tingginya harga tiket pesawat di berbagai rute penerbangan lainnya turut menghambat pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Padahal selama pandemi, industri penerbangan termasuk sektor usaha yang paling terpuruk," kata Bamsoet.

Ia menjelaskan, saat ini, harga avtur berkontribusi sekitar 30 hingga 40 persen terhadap biaya operasional pesawat. Sehingga tingginya harga avtur menyebabkan harga jual tiket kepada konsumen menjadi tinggi. Sebagai gambaran, harga jual tiket rute penerbangan Pondok Cabe - Purbalingga maupun sebaliknya, mencapai Rp 1.140.000 per orang.

"Kini setelah pandemi mereda dan masyarakat sudah bisa bepergian, industri penerbangan kembali dihadapkan pada masalah tingginya harga avtur. Karena itu, pemerintah harus segera mencari solusinya, salah satunya dengan mempertimbangkan swasta dan pelaku usaha Migas lainnya masuk menjadi pemasok Avtur di industri penerbangan," tutupnya.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT