ADVERTISEMENT

Titan Apresiasi Pencabutan Praperadilan Bank Mandiri Vs Polri

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 05 Agu 2022 12:55 WIB
Gedung PN Jaksel
Gedung PN Jaksel (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akhirnya mencabut gugatan praperadilan terhadap Bareskrim Polri terkait persoalan kredit dengan PT Titan Infra Energy (TIE). Gugatan praperadilan sempat dilayangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

"Perkara ini bukan mengenai menang atau kalah dalam persidangan, karena siapa pun yang menang atau kalah akan tetap menanggung kerugian pada pihaknya masing-masing. Sejak awal seharusnya hal ini dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat oleh para pihak," kata kuasa hukum TIE, Haposan Hutagalung kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).

Haposan menilai pencabutan permohonan praperadilan oleh BMRI merupakan langkah yang sangat baik dalam rangka menyelesaikan persoalan kredit yang terjadi selama ini.

"Kami yakinkan bahwa klien kami (TIE) beritikad sangat baik dan tidak memiliki niat apapun dalam pelaksanaan kegiatan usahanya terutama terhadap Bank Mandiri yang telah menjadi partner usaha Klien kami sejak tahun 2007," imbuh Haposan.

Titan, kata Haposan, berharap agar tidak ada lagi laporan-laporan hukum selanjutnya dalam proses penyelesaian persoalan kredit ini. "Karena hal tersebut sangat menguras energi, waktu, dan pikiran dari seluruh pihak," ujarnya.

Haposan mengatakan, pihaknya berharap Kreditur Sindikasi dapat bersama-sama kembali fokus dalam melakukan kegiatan operasional dan mengupayakan penyelesaian perjanjian fasilitas dengan melakukan restrukturisasi.

"Seperti yang telah beberapa kali disampaikan oleh klien kami kepada seluruh Kreditur Sindikasi selama ini, klien kami tetap beritikad baik untuk menyelesaikan perjanjian fasilitas yang berjalan selama ini," ujar Haposan.

Dia menekankan, salah satu cara terbaik untuk menyelesaikan perjanjian fasilitas dengan memperhatikan kepentingan seluruh pihak terkait adalah dengan melakukan restrukturisasi fasilitas kredit.

"Upaya ini adalah common practice dalam dunia perbankan dan oleh karenanya juga diusulkan pemerintah sebagai salah satu jalan keluar bagi setiap debitur yang kesulitan pada saat pandemi Covid-19," terang Haposan.

"Kami sangat berharap proposal restrukturisasi yang diajukan Klien kami terakhir pada tanggal 8 Juli 2022 dapat disetujui oleh seluruh Kreditur Sindikasi," ujar Haposan.

Sebelumnya, PN Jaksel sudah menutup kasus itu pada 21 Juni 2022. di mana pihak aparat kepolisian melakukan sejumlah tindakan pro justitia terhadap PT Titan.

"Menyatakan tindakan Termohon (Dirpidsus Bareskrim) yang melakukan penyelidikan dan penyidikan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/0753 /XII/2021/SPKT/BARESKRIM.POLRI tanggal 16 Desember 2021 adalah tidak sah dengan segala akibat hukumnya," demikian bunyi putusan PN Jaksel.

Bareskrim Polri menanggapi soal praperadilan yang dimenangi oleh PT Titan Infra Energy terkait dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang itu. Bareskrim nantinya akan mengeluarkan sprindik baru atas kasus ini.

"Kalau namanya praperadilan itu kan bersifat formal, tergantung materiil. Jadi kita buat sprindik baru. Nggak masalah nanti kita ajukan sprindik baru," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, Rabu (29/6).

Whisnu mengatakan kasus PT Titan Infra Energy akan tetap berjalan. Pihaknya nanti bakal melanjutkan penyidikan dengan sprindik barunya.

"Tetap berjalan, nggak ada masalah itu," ujarnya.

(asp/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT