ADVERTISEMENT

PKS Dukung Branding Rumah Sehat tapi Minta Anies Tak Fokus Hal Artifisial

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 05 Agu 2022 10:55 WIB
Anies Ubah Nama RSUD Jadi Rumah Sehat Untuk Jakarta (Silvia/detikcom)
Foto: Anies Ubah Nama RSUD Jadi 'Rumah Sehat Untuk Jakarta' (Silvia/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPW PKS Jakarta Khoirudin mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengubah sebutan RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Menurutnya, metode psikologi positif itu sejalan dengan visi pembangunan manusia yang dicanangkan Anies sejak terpilih sebagai gubernur pada 2017.

"Kami mendukung perubahan nama dari rumah sakit menjadi rumah sehat tersebut, karena memberikan aura positif dan sugesti pada penyembuhan dan kesehatan, agar yang sakit menjadi sehat," kata Khoirudin kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari F-PKS itu memandang pembangunan manusia tidak hanya mencakup aspek fisik seperti infrastruktur, melainkan psikologi untuk meningkatkan well being masyarakat. Di samping itu, Khoiruddin juga meyakini perubahan nama tidak hanya memberikan efek positif bagi psikologis masyarakat, tetapi juga menjadi patokan bagi arah pembangunan Jakarta yang lebih humanis dan berperikemanusiaan.

Khoirudin juga menilai keberhasilan Jakarta menangani COVID-19 yang secara jumlah tertinggi di Indonesia menjadi bukti bahwa pelayanan rumah sakit meningkat seiring tahun berjalan.

"Pelayanan rumah sakit saat ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, terbukti dengan keberhasilan Pemda DKI menangani COVID-19 yang angkanya sangat tinggi di DKI Jakarta," ujarnya.

Kendati begitu, Khoiruddin meminta agar perubahan nama itu diiringi dengan peningkatan kualitas rumah sehat di Ibu Kota. Dia lantas meminta agar Pemprov DKI Jakarta tak hanya fokus terhadap hal-hal artifisial seperti nama.

"Harapan kami, perubahan nama ini diiringi dengan peningkatan kualitas layanan dan fasilitas yang ada, sehingga tidak ada lagi warga Jakarta yang takut atau tidak bisa berobat ke rumah sehat," jelasnya.

Dia juga meyakini peningkatan kualitas pelayanan maupun fasilitas dapat terwujud, DKI Jakarta dapat membentuk Indonesia mewujudkan sustainable development goals (SDG) atau B sejak tahun 2015, terutama pada poin ke-3 yaitu kesehatan dan kesejahteraan yang baik.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT