Potensial Lumpuh, 37 Korban Gempa Dilatih Hidup Mandiri
Kamis, 22 Jun 2006 17:40 WIB
Solo -
37 Korban patah tulang belakang akibat gempa bumi 27 Mei sehingga terancam lumpuh permanen, saat ini masih dirawat di RS Orthopedi Prof Dr Soeharso, Solo. Untuk mengurangi ketergantungan hidup di masa datang, tim rehabilitasi melakukan pendampingan khusus bagi mereka. "Mulai hari ini mereka kami latih mandiri melakukan aktivitas bagi pasien patah tulang belakang. Mereka perlu pendampingan khusus karena jika nantinya harus mendapat kenyataan paling buruk diharapkan sudah siap," ujar Pamudji Utomo, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSO Dr Soeharso Solo, Kamis (22/6/2006). Yang dimaksud harus menerima kenyataan buruk oleh Pamuji itu adalah jika mengalami kelumpuhan permanen karena kerusakan tulang belakang. Pamudji mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien-pasien itu masih akan dapat disembuhkan atau akan mengalami kelumpuhan permanen. Menurutnya, untuk mendapat kepastian seorang pasien dinyatakan akan lumpuh permanen dibutuhkan waktu sekitar dua tahun dari kejadian, sesuai dengan perkembangan yang terjadi pada pasien selama dilakukan terapi dalam waktu dia tahun itu. Tentang kegiatan yang dilatihkan, Pamudji yang juga koordinator tim terapi menyebut beberapa aktivitas. Antara lain buang air besar, buang air kecil, mengganti pakaian, mencuci pakaian, menyapu dan kegiatan lainnya. Khusus pasien perempuan juga dilatih memasak dan mencuci perlengkapan dapur. "Selain itu pastinya juga terus dilakukan pengobatan medis. Pelatihan ini dilakukan untuk memberi kesiapan mental bagi mereka. Tentunya juga agar nantinya jika benar-benar lumpuh, mereka bisa lebih mandiri dan tidak tergantung keberadaan orang lain untuk melakukan aktivitas," ujar Pamuji. Terapi ini disambut baik oleh pasien. "Saya berharap setelah ini bisa kembali ke rumah dan tidak menyusahkan orang lain," ujar Supriyadi, pasien dari Desa Jimbung, Kalikotes, Klaten, sembari menuturkan bahwa salah satu dari dua anaknya menjadi korban meninggal dalam gempa 27 Mei lalu.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































