ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Camat Pulogadung soal Tembok Tetangga Halangi Rumah: 2 Pihak Sudah Adem

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 04 Agu 2022 20:48 WIB
Jalan yang ditempuh keluarga Mursideh untuk masuk rumah, gara-gara jalan yang lumrah kini ditembok oleh tetangganya. 4 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Tembok yang menghalangi rumah Mursideh di Pulogadung, 4 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Rapat mediasi ke-6 untuk mencari solusi perkara akses rumah Mursideh (58) yang terhalang tembok tetangganya sudah dilakukan. Interaksi antara keluarga Mursideh dan tetangga yang menembok, Widya, sudah tidak tegang.

"Sudah adem (suasana mediasinya), ketawa-tawa kok, kita santai-santai aja nggak perlu ada yang dikeras-kerasin," kata Camat Pulogadung, Syafrudin Chandra, di kantor Kecamatan Pulogadung, Jl Raya Bekasi, Jakarta Timur, Kamis (4/8/2022).

Rumah Mursideh yang aksesnya terhalang tembok itu ada di Jl Gading Raya, Gang 8, RT 11 RW 10, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Penembokan dilakukan pada Jumat (29/7) lalu. Penembokan oleh Widya dilakukan saat itu karena akumulasi sakit hati dan kesal karena sering dihina pihak Mursideh. Namun suasana hubungan kedua pihak bertetangga sudah lebih santai pada mediasi tadi siang.

Camat Pulogadung, Syafrudin Chandra (tengah), usai memediasi warganya yang bermasalah soal tembok menutup akses rumah. (Mulia Budi/detikcom)Camat Pulogadung, Syafrudin Chandra (tengah), setelah memediasi warganya yang bermasalah soal tembok menutup akses rumah. (Mulia Budi/detikcom)

Chandra mengatakan mediasi ke-6 yang digelar di kantor Kecamatan Pulogadung itu memang belum mencapai satu kesepakatan bersama. Dia menyebut bakal ada mediasi lanjutan yang mungkin akan dilakukan kembali.

"Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan mediasi dan mungkin setelah itu akan dibuat sebuah kesepakatan karena setiap mediasi pertemuan yang berselisih itu harus dituangkan dalam sebuah berita acara, yang berita acara itu mengikat kedua belah pihak. Nanti disaksikan oleh tiga pilar kecamatan," tuturnya.

Mursideh berniat pindah rumah

Selain itu, Chandra mengatakan, dalam mediasi itu, Mursideh dan keluarganya menyampaikan keinginan untuk pindah rumah. Hal itu dilakukan untuk mencari suasana baru.

"Terus di situ juga ada berkembang bahwa keluarga Asep (suami Mursideh) juga berkeinginan akan mencari suasana baru jika memang ada yang berminat dengan rumahnya dia, gitu," ucapnya.

Dia menjelaskan, mediasi siang tadi juga diikuti sejumlah pihak. Di antaranya Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), kepolisian, serta koramil.

"Tadi siang kita sudah mengundang rapat para pihak ya, diikuti oleh beberapa temen-temen yang memang berkompeten terhadap permasalahan seperti ini gitu ya," kata Chandra.

"Di forum itu tadi ada statement penjelasan dari temen-temen, kita kan yang diundang BPN, PTSP, dari Polsek dari Koramil sudah menyampaikan pandangan-pandangan gitu, ya," lanjutnya.

Jalan yang ditempuh keluarga Mursideh untuk masuk rumah, gara-gara jalan yang lumrah kini ditembok oleh tetangganya. 4 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)Jalan yang ditempuh keluarga Mursideh untuk masuk rumah, gara-gara jalan yang lumrah kini ditembok oleh tetangganya. 4 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Kasus viral di media sosial

Diketahui, akses rumah Mursideh di Kecamatan Pulogadung ditembok oleh tetangga sendiri. Keluarganya harus melipir dan miring untuk masuk ke rumah sendiri. Mursideh sendiri bahkan tidak bisa lewat celah itu.

Nasib keluarga Mursideh ini kemudian viral di media sosial. Video itu memperlihatkan keluarga Mursideh yang kesulitan masuk ke rumahnya. Ada tembok 2 meter yang sejajar membelah gang. Celah yang tersisa untuk masuk ke rumah Mursideh hanya selebar pantat orang dewasa.

Simak juga 'Tetangga Beri Syarat Bongkar Tembok yang Tutupi Rumah Warga di Pulogadung':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT