ADVERTISEMENT

JNE Minta Maaf soal Gaduh Beras Bansos Rusak Dikubur di Depok

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 04 Agu 2022 17:46 WIB
Pengacara Hotman Paris turun tangan menangani kasus beras bansos dikubur di Depok. Mewakili JNE, Hotman Paris bicara kejadian yang sempat viral tersebut.
Konferensi pers JNE terkait kasus beras bansos dikubur di Depok. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

JNE mengatakan beras bantuan sosial (bansos) sengaja dikubur di tanah lapang Sukmajaya, Depok, karena rusak dan busuk. JNE meminta maaf karena ada kegaduhan akibat hal itu.

"Saya ucapkan mohon maaf kepada seluruh stakeholder yang mungkin selama seminggu ini melihat kegaduhan," kata VP of Marketing JNE Ekspress, Eri Palgunadi, dalam konferensi pers, Kamis (4/8/2022).

VP Quality Asurance and Facility Management JNE, Samsul Djamaludin, menyebut kejadian itu merupakan risiko yang ditanggung JNE. Dia mengaku tidak kapok menjalin kerja sama dengan pemerintah.

"Selalu ada risiko dalam proses membantu pemerintah. Tapi kita nggak pernah nyerah. Karena kita tahu kita juga membantu pemerintah niat kita mulia, jadi nggak kapoklah kita," ucap Samsul.

Dia mengatakan peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi JNE. Samsul mengatakan JNE selalu terbuka untuk bekerja sama dengan pihak mana pun.

"Justru ini jadi bagian pelajaran ke depannya kita bisa saling erat juga semua kelembagaan dan swasta. Nggak ada niat kita kapok, tetap kita terbuka untuk bekerja sama," ucapnya.

Kasus Beras Rusak Dikubur di Depok Disetop

Temuan berkarung-karung beras bansos dikubur di tanah lapang kawasan Sukmajaya, Depok, dinyatakan bukan merupakan tindak pidana. Polisi pun menghentikan penyelidikan kasus tersebut.

"Iya, kita hentikan, proses penyelidikan kita hentikan," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/8).

Polda Metro Jaya menyampaikan, dari hasil penyelidikan sejauh ini, tidak ditemukan unsur pidana terkait temuan beras bansos yang dikubur itu.

"Hasil pemeriksaan penyidik sampai saat ini, tidak ditemukan unsur pidana di dalamnya. Kemudian beras yang ditanam ini adalah beras yang rusak dan sudah dilakukan penggantian kepada Kemensos," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.

Zulpan mengatakan beras itu merupakan bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona (COVID-19) pada periode April-Desember 2020. Total beras yang dikubur di lokasi itu adalah 3,4 ton.

"Penyalurannya tentunya yang menjadi ujung tombak adalah Kementerian Sosial dan bekerja sama dengan Bulog, kemudian menunjuk vendor melalui mekanisme lelang untuk sebagai penyalur. Kemudian vendor pemenang bekerja sama lagi dengan JNE untuk memberikan pengiriman kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial dari program pemerintah ini," ucap Zulpan.

(rak/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT