ADVERTISEMENT

Hotman Tunjukkan Momen JNE Kubur Beras Bansos: Dibuang, Bukan Disembunyikan

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 04 Agu 2022 17:12 WIB
Jakarta -

Pengacara JNE, Hotman Paris, menunjukkan momen petugas JNE menuangkan beras bantuan sosial (bansos) ke lubang yang kemudian ditutup lagi dengan tanah di Depok. Dia mengatakan beras itu rusak sehingga dibuang, bukan disembunyikan.

"Ini kita ada videonya, kita lihat beras itu sebagian besar ditumpahkan, dicurahkan. Pada waktu pembuangan itu hampir semua beras yang dalam karung ditumpahkan ke dalam tanah," kata Hotman menjelaskan video pembuangan beras bansos tersebut saat konferensi pers, Kamis (4/8/2022).

"Baru setelah itu ditutup, artinya beras itu dibuang bukan untuk dijual lagi. Bukan untuk disembunyikan," sambungnya.

Hotman mengatakan beras bansos yang diterima oleh JNE untuk disalurkan ke masyarakat seberat 6.199 ton. Rencananya beras itu akan diserahkan ke 247.997 keluarga penerima manfaat (KPM) di Depok.

Namun, pada bulan Mei 2020 lalu saat proses distribusi sebanyak 3,4 ton beras bansos itu rusak karena kehujanan. Setelah itu, beras tersebut ditimbun di gudang JNE selama satu setengah tahun.

"Rusak itu bulan Mei 2020. Ini disimpan di gudang JNE yang 3,4 ton selama 1,5 tahun," ucap Hotman.

Hotman mengatakan beras yang disimpan itu kemudian membusuk. Pada November 2021, katanya, beras yang busuk itu dibuang ke tanah lapang di Sukmajaya, Depok.

"Makin rusak makin busuk. Akhirnya dicari inisiatif, beras ini dibuang saja. Kebetulan ada lahan yang penjaga setuju. November 2021 dikubur," ujar Hotman.

JNE Bantah Timbun Beras

Sebelumnya, Hotman menuding Rudi Samin, pihak yang mengaku pemilik lahan di Sukmajaya, Depok, lokasi temuan beras bansos, menuduh kliennya telah melakukan penimbunan. Hotman mengatakan JNE tidak pernah melakukan penimbunan beras bansos tersebut.

"Membohongi, dong, memfitnah orang menyatakan menimbun bantuan presiden padahal tujuan dia memperjuangkan tanah miliknya. JNE sudah jadi korban fitnahan. JNE tidak pernah menimbun beras," kata pengacara JNE, Hotman Paris, dalam konferensi pers, Kamis (4/8).

"Kalau tujuannya menimbun untuk mendapatkan keuntungan masa ditumpahkan begitu," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT