ADVERTISEMENT

Pengacara Istri Ferdy Sambo: Di UU TKPS, Kuncinya Perlindungan Korban

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 04 Agu 2022 15:05 WIB
Konferensi pers pengacara istri Irjen Ferdy Sambo. (Rizky/detikcom)
Konferensi pers pengacara istri Irjen Ferdy Sambo (Rizky/detikcom)
Jakarta -

Tim kuasa hukum dari istri Irjen Ferdy Sambo, PC, mengatakan teknis Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) berbeda dengan undang-undang lainnya. Tim kuasa hukum PC menegaskan proses hukum kasus yang menggunakan UU TPKS harus berorientasi pada korban serta perlindungan korban.

"Berdasarkan UU TPKS, teknis penyusunan BAP terhadap korban TPKS berbeda dengan teknis penyidikan kasus-kasus lainnya. Orientasi dan perlindungan kepada korban menjadi kunci utama suksesnya pengungkapan kasus ini secara terang-benderang," kata salah satu kuasa hukum PC, Sarmauli Simangunsong, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Sarmauli mengatakan keterangan korban dalam UU TPKS adalah alat bukti sah. "Keterangan korban merupakan alat bukti yang sah, yang kemudian akan ditambah dengan keterangan ahli dan saksi lainnya," imbuh Sarmauli.

Sarmauli kemudian menyebut istri Ferdy Sambo sudah tiga kali diperiksa oleh penyidik terkait kasus dugaan pencabulan dirinya oleh Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Sarmauli menekankan lagi soal teknis UU TPKS, yang menurutnya keterangan PC ditambah satu alat bukti lain yang dinilai sesuai mampu membuat seorang terlapor jadi tersangka.

"Ibu PC adalah warga negara yang taat hukum serta mendukung sepenuhnya proses hukum yang berjalan. Ibu PC telah memberikan keterangan pada tanggal 9, tanggal 11, dan 21 Juli 2022," tutur Sarmauli.

"Dalam UU TPKS, keterangan saksi atau korban ditambah satu alat bukti lainnya sudah cukup untuk menetapkan status Terlapor menjadi tersangka," pungkas Sarmauli.

Sebelumnya Sarmauli Simangungsong menyebut laporan terkait kasus dugaan kekerasan seksual oleh Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, inisial PC, telah naik ke tingkat penyidikan. Ia berharap laporan istri Ferdy Sambo itu ditangani dengan cepat.

Sarmauli mengatakan kliennya telah menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) ke-2 pada 22 Juli 2022 dan ke-3 pada 25 Juli 2022.

Surat SP2HP itu menyatakan penyidik telah melakukan penyidikan terhadap saksi-saksi dan telah mengirimkan surat ke instansi-instansi, yaitu LPSK, P2TP2A, Ketua Ikatan Psikologis Klinis Indonesia, Ketua Asosiasi Psikolog Klinis Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta RS Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri, dan akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli psikologi dan ahli pidana kekerasan seksual.

Simak Video 'Irjen Sambo Minta Publik Tak Berasumsi soal Penembakan Brigadir J':

[Gambas:Video 20detik]




(aud/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT