ADVERTISEMENT

PKS Bela Anies: Istilah Rumah Sehat Lebih Positif, Tak Ada Persoalan

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 04 Agu 2022 10:29 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan Gedung DPRD DKI Jakarta ditutup sementara karena banyak anggota yang terpapar Corona.
Gedung DPRD DKI. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

PDIP mengkritik kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan yang memakai istilah Rumah Sehat untuk mengganti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Anggota DPRD DKI F-PKS M Taufik Zoelkifli membela Anies.

"Saya tidak melihat ada persoalan di sini. Tentang masalah nama 'Rumah Sakit' memang sejak dulu dirasa janggal. Karena rumah yang dimaksud tersebut justru dimaksudkan agar orang menjadi sehat atau sembuh dari sakit. Jadi memang lebih positif kalau dipakai istilah 'Rumah Sehat' untuk hospital," ujar Taufik kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

Dia mengatakan hospital dalam bahasa Inggris dekat dengan kata hospitality, yang artinya keramah-tamahan, sehingga hospital dalam bahasa Inggris juga memiliki makna positif.

"Bisa jadi penjenamaan itu masalah yang fundamental juga. Atau paling tidak, dengan perubahan istilah bagi 'hospital' tersebut, bisa membawa aura positif untuk dunia kesehatan di Jakarta sehingga lebih mudah untuk melakukan perbaikan fundamental lainnya," lanjut dia.

Taufik juga mengatakan tak ada pengalihan dalam penjenamaan rumah sehat. Apalagi DPRD DKI telah memanggil sejumlah pihak terkait robohnya pagar tribun penonton di JIS.

"Tidak ada pengalihan isu pagar pembatas JIS yang roboh. Dan rapat kemarin akan dilanjutkan pekan depan. Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi," paparnya.

Dia juga menilai tidak ada yang rumit dalam istilah rumah sehat. Menurutnya, tak perlu menanyakan ke ahli bahasa soal perubahan istilah RSUD ke rumah sehat.

"Tentang 'pendapat Kemenkes' atau mungkin maksudnya 'persetujuan Kemenkes', saya tidak paham apakah ada UU atau PP-nya atau tidak. Tapi itu kan sudah diwacanakan sejak 2019. Semoga saja memang sudah dibicarakan ya," kata Taufik.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Achmad Yani turut membela Anies. Dia menilai istilah rumah sehat lebih bermakna.

"Kebijakan yang dilakukan Pak Gubernur sudah tepat. Penamaan RS sebagai rumah sehat sebelumnya sudah diberikan untuk RSUD Mampang Prapatan dan RS lainnya. Memang agak aneh dan janggal penamaan RS sebagai rumah sakit. Dalam berbagai rujukan bahasa asingnya seperti hospital, apalagi mustasyfa (bahasa Arab) jelas lebih bermakna rumah sehat daripada rumah sakit," ujar Achmad Yani kepada wartawan.

"Terobosan resmi dari Gubernur Anies Baswedan semoga jadi sunah hasanah dan penuh berkah. Amin. Penjenamaan nama RSUD yang dilakukan oleh Gubernur Anies bukan untuk mengalihkan isu. Apa yang dilakukan Gubernur telah dijadwalkan sejak lama," kata dia.

(Update: judul dan foto artikel ini diubah pada 4 Agustus 2022 pukul 14.05 WIB)

(idn/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT