Umur Pendek BW dan Denny Bela Mardani Maming

ADVERTISEMENT

Umur Pendek BW dan Denny Bela Mardani Maming

Yulida Medistiara, Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Rabu, 03 Agu 2022 18:55 WIB
Bambang Widjojanto (BW)
Bambang Widjojanto (BW) dan Denny Indrayana (Wilda/detikcom)

Dia menegaskan Mardani Maming hanya memiliki tim kuasa yang merupakan gabungan dari kuasa hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

"Per hari ini, Pak Mardani hanya akan didampingi oleh kuasa hukum dari dua organisasi, dari PBNU dan dari Hipmi. Gabungan kuasa hukum dari dua organisasi itu, tidak ada lain-lain yang di luar dua organisasi itu," terangnya.

Kemudian, dia juga sempat menjelaskan bahwa pihaknya belum memikirkan soal pengajuan kembali praperadilan. Dia mengaku pihaknya bakal terus mengikuti pemeriksaan Mardani Maming.

Alasan Tak Jadi Pengacara Mardani Lagi

Denny Indrayana buka suara terkait status dirinya dan Bambang Widjojanto (BW) yang tak lagi menjadi Kuasa Hukum eks Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming. Padahal keduanya sempat menjadi kuasa hukum saat sidang praperadilan Maming.
Denny dan BW, kata Denny, sebelumnya telah sepakat untuk menjadi kuasa hukum saat praperadilan saja.

"Saya dan Mas BW memang sedari awal bersepakat mendampingi sampai tahap praperadilan saja," kata Denny Indrayana dalam keterangannya, Rabu (3/8/2022).

Namun, dia juga sempat menyinggung soal bukti-bukti yang sempat dihadirkan pihaknya dalam praperadilan. Dia masih bersikeras menyebut Maming korban kriminalisasi.

Adapun dengan berakhirnya masa pendampingan hukum, dia berharap Maming dapat menjalani proses perkara dengan baik. Dan keduanya yakin Maming bakal dapat keadilan.

"Kami doakan untuk selanjutnya perkara ini berjalan baik dan menghadirkan keadilan bagi Pak Mardani Maming," tutupnya.

Sebelumnya, KPK memeriksa eks Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming (MM). Ini merupakan pemeriksaan perdana Mardani Maming sebagai tersangka.

"Benar, hari ini (Rabu, 3/8) MM diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (3/8).


(yld/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT