ADVERTISEMENT

Super Garuda Shield Diikuti 14 Negara Tanpa China, Ini Kata Panglima TNI

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 03 Agu 2022 14:59 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Wildan-detikcom)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Wildan/detikcom)
Jakarta -

TNI bersama Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) melakukan Latihan Bersama (Latma) Super Garuda Shield di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat AD Baturaja, Sumatera Selatan. Latihan tersebut tidak diikuti negara China meskipun sebanyak 13 negara lainnya ikut serta.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan pihaknya sudah pernah berlatih bersama Negeri Tirai Bambu tersebut pada 2012 dan 2013. Namun latihan tersebut tidak berlanjut.

Andika menyebut latihan bersama bukan hanya datang dari satu belah pihak namun berdasarkan persetujuan keduanya. Dalam hal ini, China memang tidak melanjutkan latihan bersama.

"Jadi kita sudah pernah, sudah pernah berlatih bersama. Jadi latihan bersama itu bukan keinginan satu pihak, nggak bisa. Latihan bersama keinginan dua-duanya. Itu sudah, sudah melakukan pernah dua kali, 2012 dan 2013. Tapi bahwasanya kemudian tidak ada kelanjutan dan mungkin, mungkin kita bukan prioritas, itu saja," kata Andika di kawasan Drop Zone, Martapura, Sulawesi Selatan, Rabu (3/8/2022).

Andika kemudian menegaskan latihan bersama militer bukan hanya sekadar undang mengundang. Kendati demikian dia mengatakan Indonesia selalu terbuka untuk kembali melaksanakan latihan bersama dengan China.

"Jadi latihan bersama bukan sekadar undang mengundang tetapi adakah mutual, atau kebutuhan dua belah pihak. Kalau nggak ada ya kita kan nggak bisa maksa, ayo datang. Kita kan bayar sendiri-sendiri. Latihan ini kita semua bayar sendiri-sendiri. Amerika bayar sendiri, Australia bayar sendiri, Prancis bayar sendiri, nggak ada yang kita bayarin, jadi kalau mereka memandang latihan di sini mungkin belum prioritasnya," ujarnya.

Andika menuturkan latihan tersebut berguna untuk mempererat hubungan antarnegara yang terlibat dalam menciptakan kedamaian.

"Sebetulnya yang menyumbangkan, menciptakan perdamaian di wilayah kita itu bukan kekuatannya, tetapi bounding tadi, karena dengan kita bekerja sama, sering ketemu, berlatih, itu sebetulnya hanya untuk membiasakan sebagai negara tetangga, negara tetangga ini teman-teman kita semua. Itulah menurut saya yang membuat kita lebih kuat karena kebersamaan walaupun kebersamaan itu nggak terhubung dengan alutsista kita, enggak juga," kata dia.

Selain itu, latihan dilakukan dalam rangka memperkuat diplomasi Indonesia untuk internasional.

"Kalau penguatan diplomasi betul, karena itu tujuan saya. Karena dengan kita lebih dekat satu sama lain di wilayah kita ini kita akan saling menjaga. Ada apa-apa itu belum tentu sifatnya kejahatan. Bisa saja misalnya gempa bumi dan lainnya, dan kita sudah mengalami. Mulai dari tenggelamnya KRI Nanggala. Itu langsung teman-teman semua ini, sahabat kita ini datang. Bencana apa lagi. Jadi kita bergaul seperti ini itu akan membantu kekuatan," pungkasnya.

Simak juga 'Saat Prabowo Buka Rapim, Bicara Potensi Munculnya Ancaman Militer':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT