Komnas HAM Kantongi Bukti PCR Istri Sambo, Bharada E hingga Brigadir J

ADVERTISEMENT

Komnas HAM Kantongi Bukti PCR Istri Sambo, Bharada E hingga Brigadir J

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 20:40 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Anggi-detikcom)
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku sudah mengantongi bukti hasil tes PCR COVID-19 yang dilakukan Brigadir Yoshua Hutabarat, Bharada E, hingga Putri Chandrawathi istri Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Hasil tes PCR ini penting untuk mengungkap rangkaian kematian Brigadir Yoshua.

Petugas yang melakukan pemeriksaan PCR terhadap Brigadir Yoshua, Bharada E hingga Putri, tidak hadir dalam panggilan Komnas HAM pada Senin (1/8/2022) kemarin. Namun Komnas HAM sudah diberikan hasil PCR tersebut.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan petugas yang melakukan tes PCR terhadap keluarga Irjen Ferdy Sambo bukan anggota kepolisian, melainkan dari pihak swasta.

Anam menjelaskan, dokumen PCR tersebut penting untuk membuktikan sekuen peristiwa kasus polisi tembak polisi. Dia menyebut dokumen swab untuk melengkapi cerita kasus itu.

"Yang pasti membuktikan semua sekuen-sekuen yang ada dalam konstruksi peristiwa. Konstruksi peristiwa dalam kasus ini salah satunya muncul juga terkait ada atau tidaknya PCR, atensi publik juga ngomong soal itu, dan kita memang melacak sampai situ. Nah, tadi kita dikasih dokumen hasil PCR," ujar Anam.

Anam mengatakan dokumen swab merupakan bukti ada tidaknya tes PCR. Selain itu, untuk menyandingkan dengan sekuen yang lain.

"Kan nggak mungkin kita menyatakan bahwa 'ini loh peristiwanya' tanpa dibarengi dengan berbagai sandingan-sandingan bukti yang lain, nah salah satu bukti itulah hasil PCR itu," katanya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan Komnas HAM meminta keterangan dari ajudan dan asisten rumah tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo. Dia mengatakan Komnas HAM mendapat kemajuan yang signifikan dalam penyelidikan tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

"Kami mendapat kemajuan yang cukup signifikan. Kenapa signifikan? Karena melengkapi keterangan yang sudah disampaikan minggu lalu oleh ADC lain," kata Beka dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Dia mengatakan Komnas HAM juga mendapat bukti tambahan soal tes PCR di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo. Dia juga mengatakan pemeriksaan tersebut melengkapi soal kerangka waktu peristiwa.

"Soal kerangka waktu yang dikerjakan atau dilakukan oleh orang-orang tersebut, oleh pihak-pihak yang kami periksa," ucapnya.

Simak Video 'Penjelasan Kuasa Hukum Keluarga soal Hasil Autopsi Ulang Brigadir J':

[Gambas:Video 20detik]

(hri/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT