ADVERTISEMENT

Kalsel Dinilai Punya Banyak Potensi Penggerak Ekonomi Baru, Apa Saja?

Erika Dyah - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 19:18 WIB
Bamsoet
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan Kalimantan Selatan dikenal sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, seperti batu bara dan perkebunan sawit. Namun menurutnya, masih ada beragam potensi lain yang dapat digali dan dikembangkan. Mulai dari potensi wisata, ekonomi kreatif, perkebunan, pertanian, dan lain-lain.

"Seluruh potensi tersebut, sangat mungkin menjadi penggerak ekonomi yang baru bagi Kalimantan Selatan. Hingga pada saatnya nanti, Kalimantan Selatan bisa go global, serta semakin dikenal secara luas oleh komunitas internasional," ungkap Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (2/8/2022).

Dalam talkshow 'Kalimantan Selatan Go Global' yang dihadirinya secara daring dari Jakarta, Bamsoet memaparkan pada Sidang Tahunan MPR 16 Agustus 2021 Presiden Jokowi menyampaikan program pemulihan ekonomi nasional tetap menjadi prioritas utama. Bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang.

Berdasarkan penyampaian Presiden tersebut, ia mengungkap pemerintah telah menganggarkan khusus untuk sektor kementerian/lembaga pemerintah sebesar Rp 136,7 triliun. Utamanya untuk peningkatan pariwisata, ketahanan pangan, perikanan, kawasan industri, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pinjaman daerah, serta antisipasi pemulihan ekonomi.

Selain itu, ada anggaran bantuan UMKM yang dialokasikan sekitar Rp 48,8 triliun melalui subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat, pembiayaan UMKM, penjaminan, dan penempatan dana perbankan. Di samping itu, bantuan untuk pembiayaan korporasi dialokasikan sekitar Rp 14,9 triliun, dan untuk pos insentif usaha dengan dana sekitar Rp 20,4 triliun berupa pajak ditanggung pemerintah, pembebasan PPh, dan pengembalian pendahuluan PPN.

"MPR tentunya mendukung berbagai program dan anggaran dari pemerintah tersebut agar bisa dimanfaatkan mengembangkan potensi daerah berdaya guna serta bermanfaat. Dukungan dari wakil rakyat dan upaya dari pemerintah dalam program pemulihan ekonomi tersebut, akan lebih optimal bila ditopang dengan partisipasi dari segenap elemen masyarakat dan stakeholder lainnya," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bamsoet pun mengingatkan kalau pandemi COVID-19 masih menjadi ujian bagi pemerintah maupun masyarakat. Meski begitu, ia mengajak semua pihak agar berpikir positif dan bersikap optimis bahwa ujian yang dihadapi saat ini akan membuat lebih tangguh dalam menyongsong kesuksesan di masa depan.

Ia Merujuk pada data BPS yang dirilis bulan Mei 2022, terang Bamsoet, sekitar 11,53 juta penduduk usia kerja terdampak pandemi COVID-19. Dari angka tersebut, 0,96 juta di antaranya menjadi pengangguran, 0,58 juta sementara tidak bekerja, 9,44 juta mengalami pengurangan jam kerja, dan 0,55 juta sisanya bukan angkatan kerja.

"Mulai menurunnya kasus COVID-19 merupakan momentum bagi kita semua untuk bangkit dan memulihkan diri. Meskipun, tanpa mengurangi kewaspadaan kita terhadap potensi ancaman COVID-19. Mengingat masih adanya berbagai varian kasus baru yang ditemukan," terangnya.

Ia menambahkan kondisi politik ekonomi global saat ini juga masih diwarnai oleh dinamika serta ketidakpastian yang diperkirakan masih terus berlangsung hingga tahun depan, sehingga bisa berpengaruh pada perekonomian domestik. Salah satunya dipicu oleh konflik Rusia dengan Ukraina.

"Namun, hal itu bukan berarti kita harus berdiam diri serta pasrah menghadapi keadaan. Penggalian potensi-potensi baru dari daerah, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun perekonomian kreatif, akan membuka peluang membangkitkan lagi perekonomian Indonesia," pungkasnya.

Simak juga 'Sandiaga Apresiasi Limbah Disulap Jadi Produk Kriya di Kalsel':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT