ADVERTISEMENT

Kemenkumham Punya Tradisi Baru Wisuda Pegawai yang Pensiun

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 17:43 WIB
Prosesi wisuda Purnabakti Pengayoman.
Prosesi wisuda Purnabakti Pengayoman. (Tangkapan layar video Kemenkumham)
Jakarta -

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengukuhkan 1.076 wisudawan dan wisudawati Purnabakti Pengayoman. Wisudawan dan wisudawati pengayoman yang dimaksud adalah pegawai Kemenkumham yang telah memasuki masa pensiun.

Prosesi pengukuhan wisudawan dan wisudawati Purnabakti Pengayoman ini dipimpin Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly. Peserta terdiri dari mereka yang pensiun pada Senin, 1 Agustus 2022.

"Prosesi wisuda Purnabakti Pengayoman ini merupakan terobosan baru yang akan menjadi tradisi Kemenkumham dalam melepas insan-insan pengayoman terbaik yang telah melewati purnatugas (pensiun)," kata Sekjen Kemenkumham Andap Budhi Revianto dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8/2022).

Andap menuturkan Wisuda Purnabakti Pengayoman rencananya menjadi tradisi baru yang masuk dalam kalender tahunan Kemenkumham, yakni 'Hari Dharma Karya Dhika' (HDKD). Dari 1.076 orang memasuki Purnabakti, sebanyak 78 orang mengikuti wisuda secara tatap muka di Graha Pengayoman, Jakarta, sementara 998 orang lainnya menghadiri wisuda secara virtual di daerah tugas masing-masing.

"Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh khidmat. Pegawai yang telah purnatugas akan menerima piagam sebagai tanda bahwa yang bersangkutan telah lulus melaksanakan pengabdian dengan baik di Kemenkumham," tutur dia.

"Para Wisudawan dan Wisudawati selanjutnya mengikuti prosesi pelepasan melalui Upacara Pedang Pora, dengan cara melewati pasukan Taruna Poltekip/Poltekim yang tergelar dengan formasi payung pedang membentuk gapura yang merupakan rangkaian pedang kehormatan," sambung Andap.

Andap menerangkan tujuan Wisuda Purnabakti Pengayoman adalah untuk mengapresiasi dan menghormati para pegawai yang telah selesai masa baktinya. Menurut Andap, dedikasi yang tinggi dari para Wisudawan dan Wisudawati ini patut mendapatkan penghargaan.

"Ungkapan terima kasih dan apresiasi dari seluruh jajaran Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia atas berbagai capaian prestasi, dedikasi, dan pengabdian yang telah diraih dengan baik. Kami juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas keteladanan yang ditunjukkan selama menjadi Abdi Pengayoman," ungkap Andap.

Andap berharap para wisudawan dan wisudawati meneruskan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. "Pada dimensi yang berbeda," imbuh dia.

Terakhir, Andap menyampaikan purnabakti bukan akhir dari sebuah pengabdian, tapi menjadi langkah awal mendedikasikan diri sepenuhnya pada masyarakat.

"Teruslah berkarya, memberikan nilai-nilai keteladanan serta menjadi sumber inspirasi positif dalam interaksi sosial. Tetap tunjukkan prestasi hebat di masyarakat sebagai Wisudawan dan Wisudawati Purnabakti Pengayoman," pungkas Andap.

(aud/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT