ADVERTISEMENT

Anggap Mobil Kreditan Dilelang Sepihak, Girry Pratama Gugat Bank Swasta

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 15:57 WIB
Gambar pengacara Girry Pratama, Chitto Cumbhadrika di PN Tangerang
Gambar pengacara Girry Pratama, Chitto Cumbhadrika, di PN Tangerang (Khairul Ma'arif/detikcom)
Jakarta -

Produser film The Other Side, Girry Pratama menggugat sebuah bank swasta ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Gugatan ini dilakukan Girry karena mobil yang sedang dikreditnya dijual sepihak tanpa pemberitahuannya terlebih dahulu.

Pengacara Girry Pratama, Chitto Cumbhadrika, hari ini mendatangi PN Tangerang untuk melakukan gugatan. Gugatan ini ditujukan kepada perusahaan bank swasta.

"Hari ini kedatangan kami ke sini untuk mendaftarkan gugatan kami atas nama Girry Pratama kepada PT CIMB Niaga Auto Finance terkait adanya mobil dari klien kami yang dijual secara mendadak atau secara tiba-tiba oleh CIMB Auto Finance," kata Chitto kepada wartawan di PN Tangerang, Senin (1/8/2022).

Ia menjelaskan awal mulanya ialah ketika Girry berada di luar negeri, tepatnya Budapest, Hungaria, pada 3 Januari 2022. Menurutnya, saat itu kliennya sudah mengetahui pembayaran kredit mobilnya akan jatuh tempo pada 8 Januari.

Karena itu, Girry mengaku menghubungi staf bank untuk menyampaikan keterlambatan bayar. Saat itu, Girry izin untuk terlambat bayar karena kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan pembayaran.

"Waktu itu saat dihubungi sudah terima. Sudah oke. Nah, lalu Girry balik tanggal 6. Saat itu peraturan pemerintah sangat ketat dilakukannya karantina selama 14 hari sampai 22 Januari. Saat itu CIMB sudah menghubungi dan klien kami juga kebetulan mengutarakan berada di hotel untuk karantina. Setelah (klien) dikarantina, mereka (CIMB) sudah mengiyakan," ucap Chitto.

"Nah, setelah selesai karantina 22 Januari itu, kebetulan Pak Girry dinyatakan positif COVID-19 harus menambah karantina sekitar dua minggu lagi," imbuhnya.

Setelah karantina Girry ditambah dari pihak bank menghubungi staf Girry untuk menganjurkan menitipkan saja mobil tersebut. Chitto mengungkapkan sebagai iktikad baik dari kliennya dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya mobil tersebut dititipkan ke pihak bank.

"Dititipkanlah mobil tersebut, diantarkanlah oleh stafnya klien kami mobil tersebut. Selanjutnya, saat klien kami selesai karantina, mendatangi CIMB untuk lakukan pembayaran di mana ada satu mobil tersebut dan ada satu mobil lain. Klien kami datang dengan iktikad baik juga untuk membayar dendanya. Pak Girry tahu dengan kondisi tersebut pasti dikenakan biaya telat," tambahnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT