Loyalis Persilakan Anas Urbaningrum Pilih Jabatan di PKN Saat Bebas dari Bui

ADVERTISEMENT

Loyalis Persilakan Anas Urbaningrum Pilih Jabatan di PKN Saat Bebas dari Bui

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 15:41 WIB
Jakarta -

Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang dibesut loyalis Anas Urbaningrum mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke KPU. Ketua Umum PKN, Gede Pasek Suardika, menyebut Anas bisa memilih jabatan apa pun di PKN saat bebas dari penjara.

"Gampanglah itu, tinggal Mas Anas mau minta di mana pun itu bagi kita tidak ada masalah. Tapi biarlah beliau yang menyampaikan," ujar Gede di kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2022).

Dia menyebut PKN selalu berdiskusi dengan Anas Urbaningrum. Dia mengatakan Anas masih berkonsentrasi dengan masa hukumannya di Lapas Sukamiskin.

"Pada saatnya nanti beliau akan keluar. Sama dengan beliau sudah komitmen biarlah nanti yang menyampaikan (jabatannya)," ucap Gede.

"Tetapi kalau kita tahu ketika pohon ditanam nanti buahnya akan seperti apa kan? Kalau itu memang kita tanam pohon mangga walaupun belum keliatan mangganya orang sudah tahu ketika berbuah mangganya kelihatan," sambungnya.

Dia berharap masa hukuman Anas Urbaningrum segera berakhir. Dia tidak menjelaskan kapan Anas akan bebas.

"Nanti urusan itu sama Kemenkumham yang menguasai itu. Kami berdoa semoga secepatnya semakin baik toh beliau dihukum atas sebuah perbuatan yang tidak pernah lakukan dan kami bisa buktikan itu biarkan tapi Pak Anas yang bercerita," ujarnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) memotong hukuman mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi. Di tingkat kasasi, Anas dihukum 14 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun 4 bulan kurungan. Selain itu, ia diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara.

Anas tidak terima dengan vonisnya. Dia pun mengajukan PK pada Juli 2018. Apa kata MA?

"Menjatuhkan pidana terhadap Anas Urbaningrum dengan pidana penjara selama 8 tahun ditambah denda Rp 300 juta subsider tiga bulan," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro, saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9/2020).

"Menjatuhkan pidana tambahan terhadap Anas Urbaningrum berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun terhitung sejak terpidana selesai menjalani pidana pokok," sambung Andi.

Untuk uang pengganti tidak ada perubahan, yaitu Anas harus mengembalikan uang Rp 57 miliar dan USD 5,261 juta. Bila tidak mau membayar, asetnya disita. Bila tidak cukup, diganti 2 tahun kurungan.

(ain/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT