ADVERTISEMENT

Daging dari Rumah Jagal Anjing Surabaya Dijual untuk Tambul Miras

Jemmi Purwodianto - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 13:48 WIB
Polisi memasang police line di rumah jagal anjing di Surabaya
Polisi memasang police line di rumah jagal anjing di Surabaya, Jawa Timur. (Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Surabaya -

Sio Petrus, pemilik rumah jagal anjing di Surabaya, blak-blakan terkait dengan usahanya. Ia mengaku selama ini tak menjual daging anjing untuk umum, melainkan hanya kalangan tertentu.

"Saya jualnya bukan untuk umum, hanya untuk orang-orang tertentu saja. Ini juga untuk membantu kebutuhan orang tua saya," kata Petrus seperti dilansir detikJatim, Selasa (2/8/2022).

"Saya beli (anjing) dengan harga macam-macam. Mulai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per ekor," imbuhnya.

Ia juga membantah telah membunuh anjing dengan cara memukul. Namun ia hanya menggantungnya hingga meninggal. Setelah itu, barulah anjing-anjing tersebut diolah.

Petrus menjelaskan para pembeli masakan rica-rica rata-rata adalah pencinta daging anjing. Biasanya, mereka membeli daging anjing sebagai tambul minum keras (miras).

"Biasanya kan buat tambul. Saya jualnya itu kepada para penikmat daging anjing, nggak pernah jualan mentah," kata Petrus.

Baca selengkapnya di sini

Lihat Video: Detik-detik Polisi Gerebek Rumah Jagal Anjing di Surabaya

[Gambas:Video 20detik]



(idh/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT