ADVERTISEMENT

Pengacara Yoshua Bicara soal Posisi Otak, Komnas HAM: Tunggu Hasil Autopsi!

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 20:20 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam memberikan keterangan pers usai menerima keterangan dari tim Dokkes Polri terkait kasus baku tembak menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Jumpa pers berlangsung di kantor Komnas HAM, Senin (25/7/2022).
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Brigadir J (Nopriansyah Yoshua Hutabarat) yakni Kamaruddin Simanjuntak menyebut otak jenazah Brigadir J berpindah ke perut. Menanggapi isu itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) lebih memilih menunggu hasil autopsi.

"Yang pertama adalah kami menunggu hasil autopsi kedua pasca-ekshumasi kemarin," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, kepada wartawan di markasnya, Jl Latuharhary, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022).

Kabar soal kondisi jenazah Brigadir J itu disampaikan Kamaruddin di kanal YouTube Refly Harun. Kata dia, itu diketahui dari hasil autopsi.

"Kedua, kami percaya kalu dalam penjelasan dari Ketua Tim yang melakukan autopsi itu dilakukan oleh profesor berbagai universitas," kata Anam.

"Ya kami akan tunggu itu saja," ujarnya.

Autopsi pasca-ekshumasi telah dilakukan meski hasilnya belum dirilis ke publik. Selain itu, Komnas HAM mendapatkan berbagai dokumen untuk mengecek validitas keterangan berbagai pihak.

Autopsi ulang dilakukan oleh tim yang diketuai Ade Firmansyah Sugiharto. Autopsi ulang itu dilakukan pada Rabu (27/7) pekan lalu.

"Lama pemeriksaan tentunya antara 2 hingga 4 minggu untuk memproses sampel jaringan itu hingga menjadi di slide, dan untuk kita bisa interpretasikan. Jadi 2 hingga 4 minggu itu proses sampel jaringannya, setelah itu tentunya kami akan periksa lagi dan kami interpretasikan," kata ketua tim dokter forensik autopsi ulang Brigadir J, Ade Firmansyah Sugiharto, saat konferensi pers di RSUD Sungai Bahar, Jambi, Rabu (27/7) lalu.

Selanjutnya, referensi soal autopsi:

Simak Video: Rabu, Komnas HAM Gali soal Balistik di Kasus Kematian Brigadir J

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT