Ba'asyir Dukung Penertiban Ormas yang Resahkan Masyarakat

Ba'asyir Dukung Penertiban Ormas yang Resahkan Masyarakat

- detikNews
Kamis, 22 Jun 2006 01:01 WIB
Solo - Amir Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir mengaku mendukung penertiban ormas-ormas yang dianggap meresahkan. Namun dia berharap Pemerintah jujur dalam pelaksanaan dan tidak menyimpan agenda tersembunyi."Kita perlu khusnudzon kepada Pemerintah untuk hal ini dan saya mendukung jika kekerasan-kekerasan itu ditiadakan. Konsekuensinya Pemerintah, dalam hal ini kepolisian, harus bertanggungjawab pada tugasnya menjaga ketertiban," kata Ba'asyir.Hal tersebut ditegaskan Ba'asyir kepada wartawan seusai acara silaturahmi dengan sejumlah akademisi dan pimpinan pesantren di Kompleks Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Rabu (21/6/2006) malam.Dia mengambil contoh tindakan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI). Menurutnya jika ada oknum FPI melakukan tindakan yang dianggap orang melakukan kekerasan, itu karena merasa memiliki tanggungjawab untuk meluruskan kesalahan yang terjadi di masyarakat. "Dasar tindakannya adalah kalau ada kesalahan segera luruskan dengan tanganmu secepatnya. Sebetulnya penegakan dengan tangan ini adalah wewenang Pemerintah. Tapi karena Pemerintah tidak segera menindaknya maka FPI merasa punya tanggungjawab untuk mengambil tindakan itu," paparnya. Harus JujurLebih lanjut Ba'asyir berharap Pemerintah jujur dan menyimpang agenda politik atau agenda tersembunyi lainnya dalam pelaksanaan penertiban itu. Dengan demikian maka tidak ada penyelewengan dalam mengambil tindakan penertiban. Harapan itu disampaikan Ba'asyir menjawab pertanyaan tentang kemungkinan penertiban itu berimbas memberangus sejumlah ormas. Termasuk MMI yang didirikan dan dipimpinnya. "Jangan sampai Pemerintah tidak jujur dengan menyimpang maksud lain dalam penertiban itu," lanjutnya.Ba'asyir juga menegaskan setelah bebas dari penjara, dirinya akan tetap berada di MMI dan akan terus memimpin MMI selama masih diinginkan oleh para anggotanya. Dia menepis kemungkian akan mendirikan organisasi baru sebagai pengganti MMI. "Saya tidak berpikir itu (mendirikan organisasi baru -red). Saya lebih suka adanya kerjasama yang terjalin baik dari banyak elemen atau organisasi demi kebaikan umat daripada mendirikan organisasi lagi," kata dia. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads