ADVERTISEMENT

Progres Pengusutan Tewasnya Brigadir J Sejauh Ini

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 12:30 WIB
Suasana di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo (Rizky-detikcom)
Suasana di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo (Rizky/detikcom)
Jakarta -

Kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J masih terus diusut. Bagaimana perkembangan terbaru penanganan kasus ini?

Sebagai informasi, baku tembak menewaskan Brigadir Yoshua terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo di kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) sore. Polisi menyebut baku tembak itu diawali dugaan pelecehan oleh Brigadir Yoshua terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. Brigadir Yoshua merupakan personel kepolisian yang ditugaskan sebagai sopir istri Ferdy Sambo.

Dugaan pelecehan itu disebut membuat istri Ferdy Sambo berteriak. Teriakan itu kemudian didengar Bharada E yang bertugas sebagai pengawal Irjen Ferdy Sambo. Bharada E pun bertanya tentang apa yang terjadi tapi direspons dengan tembakan oleh Brigadir Yoshua.

Brigadir Yoshua dan Bharada E kemudian disebut terlibat baku tembak. Brigadir Yoshua tewas dalam baku tembak.

Kasus ini baru diungkap ke publik tiga hari kemudian atau Senin (11/7). Sejumlah pihak, mulai dari Menko Polhukam Mahfud Md hingga Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto, menilai ada kejanggalan dalam kasus ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit pun membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Selain itu, Komnas HAM dan Kompolnas ikut mengusut sebagai tim eksternal. Berikut perkembangan terbaru pengusutan kasus tewasnya Brigadir Yoshua:

Progres Penyelidikan Komnas HAM

Informasi terbaru dari Komnas HAM disampaikan komisioner Komnas HAM Choirul Anam lewat video di kanal YouTube Humas Komnas HAM RI, Sabtu (30/7). Dalam video itu, Anam menjelaskan lokasi tes PCR yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo, istri Ferdy Sambo, dan ajudan-ajudannya sepulang dari Magelang.

"PCR dilakukan bukan di rumah TKP, tapi di rumah Duren Tiga, karena masih ada pertanyaan Duren Tiga itu maksudnya apa. Maksudnya adalah Duren tiga itu rumah pribadi. TKP adalah rumah dinas. Oleh karenanya, PCR dilakukan di rumah pribadi, bukan di rumah TKP atau yang biasa disebut sebagai rumah dinas. Jadi jelas, PCR dilakukan di rumah pribadi," ujar Anam.

Suasana di Komnas HAM, Senin (1/8)-Anggi/detikcomSuasana di Komnas HAM, Senin (1/8) (Anggi/detikcom)

Anam kemudian menyebut pihaknya mendapat informasi soal Irjen Ferdy Sambo mengikuti tes PCR, tapi berbeda rombongan dengan istrinya, Brigadir Yoshua, dan Bharada E. Namun informasi itu akan didalami lebih lanjut.

"Yang kedua, memang kami akan dalami, apakah Pak Sambo ini masuk dalam rombongan itu ataukah pakai rombongan yang lain, pakai moda transportasi yang lain. Kami memang mendapatkan informasi bahwa Pak Sambo tidak berada dalam rombongan tersebut," ujarnya.

Selain itu, Komnas HAM juga memeriksa ajudan lain Irjen Ferdy Sambo dan asisten rumah tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo. Pemeriksaan dilakukan pada Senin (1/8).

Lihat video 'Momen Ajudan-ART Irjen Ferdy Sambo Penuhi Panggilan Komnas HAM':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT