ADVERTISEMENT

Segera Disidang, Bareskrim Limpahkan Tersangka Fakarich ke Kejari Medan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 12:08 WIB
Fakarich dan Brian Edgar berbaju tahanan (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Fakarich dan Brian Edgar berbaju tahanan. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri melimpahkan tahap II berkas tersangka Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Medan. Tersangka kasus Binomo itu akan segera disidangkan.

"Pagi juga hari ini tersangka Fakar dilimpahkan untuk tahap dua," Kanit 5 Subdit II Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri Kompol Karta saat dikonfirmasi, Senin (1/8/2022).

Karta menyebut berkas Fakarich dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti pada Jumat (29/7) lalu. Fakarich akan disidang di Medan lantaran banyak korban dan saksi di wilayah sana.

"Ya karena banyak korban Fakar dan saksinya di Medan," ungkapnya.

Sementara itu, untuk berkas perkara lima tersangka lainnya, Brian Edgar Nababan, Wiky Mandara Nurhalim, Nathania Kesuma, Vanessa Khong, dan Rudiyanto Pei, hingga kini masih diteliti jaksa. Sebab, beberapa waktu lalu jaksa sempat mengembalikan ke penyidik.

"Sudah kita lengkapi dan minggu kemarin dah kita kirim kembali ke JPU," katanya.

Berdasarkan keterangan tertulis Kejagung, kasus ini bermula saat Fakarich mendapat tawaran untuk membuat video promosi Binomo dengan bayaran sejumlah Rp20.000.000 hingga Rp 30.000.000. Selanjutnya, Tersangka bergabung menjadi afiliator Binomo dan menautkan link afiliator Binomo tersebut ke dalam web fakartrading.com miliknya sehingga orang yang mengakses atau mengikuti kelas/kursus trading yang diadakan Tersangka dapat dengan mudah untuk mengakses permainan Binomo tersebut.

"Tersangka juga membuat konten video dan audio yang diunggah oleh Tersangka di media sosial YouTube, Instagram dan grup telegram Fakar Trading Binomo miliknya," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.

Adapun Tersangka Fakarich disangka melanggar Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sebelumnya dalam kasus ini polisi juga menjerat Indra Kesuma atau Indra Kenz. Tersangka kasus investasi bodong aplikasi Binomo itu terancam hukuman penjara selama 20 tahun.

Berkas perkara Indra Kenz sendiri telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan. Dari kasus ini, kerugian korban investasi bodong ditaksir Rp 100 miliar, terdiri dari 25 korban merugi Rp 54,6 miliar dan 119 korban merugi Rp 46,6 miliar.

Lihat juga video 'Soal Fakarich Jadi Tersangka dan Kaitannya dengan Indra Kenz':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT