ADVERTISEMENT

Istana Undang Mantan Presiden dan Wapres di Peringatan HUT Ke-77 RI

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 11:58 WIB
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin (kanan). (Kanavino/detikcom)
Jakarta -

Istana Kepresidenan mengundang presiden dan wakil presiden RI periode sebelumnya untuk menghadiri upacara peringatan HUT ke-77 RI. Namun, keputusan untuk hadir langsung di Istana atau hadir virtual diserahkan sepenuhnya kepada para presiden dan wakil presiden periode sebelumnya.

"Tentunya kami semua undang untuk hadir di Istana tapi karena dalam pandemi ini kita juga membuka ruang untuk hadir secara online. Jadi, pada prinsipnya kami mengundang presiden dan wakil presiden periode sebelumnya, tentunya untuk kehadiran sangat bergantung pada keputusan bapak-bapak dan ibu semua, itu saja, tapi kami juga tetap menghadirkan secara virtual kami membuka opsi itu," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022).

Selain itu, Istana menyiapkan testimoni dari para mantan presiden dan wakil presiden. Mereka akan menyampaikan pesan kepada generasi muda.

"Dan seperti tahun-tahun lalu, kami sudah akan menyiapkan wawancara atau testimoni tentang seperti tahun sebelum-sebelumnya bahwa apa yang telah dilakukan dan apa pesan-pesan kepada generasi muda terutama," ujar Bey.

Peringatan HUT RI di Sekolah

Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan peringatan HUT RI juga bisa dilaksanakan di sejumlah daerah, termasuk anak-anak sekolah. Heru menyebut para kepala daerah biasanya sudah menentukan titik-titik lokasi peringatan HUT RI.

"Contoh misalnya Pak Gubernurnya di kantor atau tempat yang ditentukan oleh gubernur untuk melakukan upacara. Begitu juga wali kota, bupati sehingga anak-anak sekolah mungkin bisa terpusat di tempat yant sudah ditetapkan oleh bupati wali kota dan gubernur," ujar Heru.

Heru menjelaskan siswa-siswa juga biasanya diundang untuk merayakan kegiatan upacara di kantor perwakilan di daerah. Dengan demikian, mereka bisa mengikuti upacara di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

"Dan tentunya sekolah juga wajib untuk melakukan di luar tadi, siswa-siswa kita yang mendapatkan tugas khusus," ujar Heru.

(knv/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT