ADVERTISEMENT

Bakal Ada Aksi 'Lempar Botol Pipis' ke Kominfo, Polisi Tegas Melarang!

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 10:58 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin (Anggi-detikcom)
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Sebuah poster seruan demo di depan gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) beredar di media sosial. Demonstrasi tersebut juga memuat ajakan pelemparan botol air kencing ke gedung Kominfo.

"Ramai-ramai Lempar Botol Pipis ke Kementerian Komunikasi dan Informatika," bunyi seruan di poster demo seperti dilihat, Senin (1/8/2022).

detikcom lalu menghubungi narahubung yang termuat dalam poster tersebut. Aksi itu diprakarsai oleh Blok Politik Pelajar.

Perwakilan Blok Politik Pelajar, Nat, mengatakan demonstrasi nantinya bakal digelar pada pukul 14.00 WIB. Massa akan langsung menuju gedung Kominfo.

"Estimasinya sekitar 50 orang," kata Nat saat dihubungi detikcom, Senin (1/8/2022).

Nat juga membenarkan soal rencana aksi pelemparan botol air pipis dalam demo tersebut. Nat mengatakan para peserta aksi nantinya akan membawa botol air seni itu masing-masing.

Dia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk ekspresi kemarahan masyarakat atas kebijakan Kominfo.

"Harusnya peserta aksi sudah membawa botol tersebut kan. Ini hanya wadah ekspresi publik. Kita mewadahi amarah," jelas Nat.

Nat tidak memerinci soal tuntutan demo pihaknya siang nanti. Dia menyebut mereka menuntut Kominfo untuk diblokir.

"Iya Kominfo-nya kita blokir," ucap Nat.

Polisi Akan Tindak Tegas

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan terkait aksi tersebut.

"Kami baru dapat flyer ya. Saya cek ke intel sepertinya itu belum ada pemberitahuannya," kata Komarudin.

Komarudin melarang aksi demo melempar air kencing. Jika ada, polisi akan melakukan tindakan tegas.

"Kalau kita temukan itu ya kita amankan. Nggak boleh," imbuhnya.

Komarudin mempersilakan warga yang ingin menyampaikan aspirasinya tapi harus sesuai aturan yang berlaku.

"Siapa pun masyarakat boleh menyampaikan pendapatnya di muka umum sepanjang tidak menabrak aturan. Kalau menabrak aturan ya kita akan tindak tegas," jelasnya.

Lebih lanjut Komarudin mengatakan pihaknya menyiapkan pengamanan terkait aksi tersebut. Polres Metro Jakarta Pusat juga menyiapkan Tim Tindak untuk mengantisipasi aksi anarkisme.

"Sudah kita siapkan pasukan personel terbuka-tertutup sudah kita siapkan untuk antisipasi. Termasuk tim tindak kita siapkan," katanya.

Simak video 'Benarkah Kominfo Bisa Intip Data Aplikasi Lewat PSE?':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT