ADVERTISEMENT

Fahri Hamzah Lempar Serangan, PAN Ajak Partai Gelora Gabung KIB

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 31 Jul 2022 11:48 WIB
Wakil Ketua MPR Yandri Susanto. (Foto: Firda Cynthia Anggrainy/detikcom)
Yandri Susanto (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom)
Jakarta -

PAN merespons pernyataan Fahri Hamzah yang menganggap Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) telah menipu rakyat dan mengganggu kinerja kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menentang argumentasi dari pernyataan-pernyataan Fahri.

Yandri menyebut pernyataan Fahri keliru. Dia menjelaskan pihaknya berkoalisi lebih dini agar lebih terbuka kepada masyarakat.

"Apa yang disampaikan Bang Fahri ya keliru, ya, karena kami insyaAllah tidak pernah menipu rakyat gitu, lo. KIB dibentuk dalam rangka mempersiapkan kontestasi 2024 lebih awal dan tentu justru membuat kami lebih terbuka kepada rakyat, tidak main di last minute. Jadi kalau dari awal masyarakat lebih tahu kalau PAN, Golkar, PPP itu berkoalisi dan prosesnya panjang dan bisa saling memperkuat satu sama lain, termasuk lebih serius dalam menyiapkan pasangan calon yang akan diusung di 2024," kata Yandri saat dihubungi, Minggu (31/7/2022).

Yandri menerangkan, saat ini belum memasuki tahapan proses pendaftaran pasangan capres dan cawapres yang diusung koalisi partai. Meskipun begitu, Yandri mengatakan pihaknya telah sepakat berkoalisi untuk mematangkan kerja sama politik.

Yandri lantas menyinggung Gelora yang belum berkoalisi. Sambil berkelakar, dia mengatakan bakal mengajak Gelora bergabung KIB.

"Nah memang sekarang belum proses pendaftaran ke KPU. Jadi Bang Fahri keliru juga. Sekarang belum tahapan itu gitu, lo. Kan ada tahapan nanti pasangan capres dan cawapres itu di pertengahan 2023, tapi proses untuk saling memahami, kemudian membangun koalisi itu penting dari awal," kata Yandri.

"Itu mungkin karena Gelora belum diajak, nanti insyaallah kami ajaklah Gelora," lanjutnya.

Lebih lanjut, Yandri menuturkan reshuffle kabinet tidak ada kaitan dengan KIB. Dia menegaskan reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak presiden.

"Kemudian dikaitkan dengan reshuffle, nggak juga ya, karena Bang Fahri tahu juga itu hak prerogatif presiden. Tidak ada kaitan dengan yang lain-lain. Jadi itu kebutuhan presiden mengganti dan memindahkan posisi menteri dari posisi awal ke yang lain, itu biasa. Sebelum ada KIB juga sudah sering ada reshuffle. Jadi keliru kalau seolah-olah reshuffle itu karena ada KIB," kata Wakil Ketua MPR itu.

Selanjutnya, soal sindiran Fahri bahwa seorang menteri sekaligus pimpinan parpol di KIB malah sibuk berpolitik, Yandri memastikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan cukup profesional membedakan peran dan kewenangannya. "Bang Zul beliau betul menteri perdagangan, tapi dalam posisi ketua umum ya tetap dia Ketua Umum PAN. Dan Bang Zul tahu mana tugas sebagai menteri perdagangan, mana sebagai Ketua Umum PAN," ujarnya.

Dia mengungkit aduan soal kegiatan Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, saat membagikan Minyakita di acara partai di Lampung. Yandri menegaskan kegiatan itu tak mengganggu tugas Zulhas sebagai Menteri Perdagangan. Terlebih, sebutnya, Bawaslu telah menyatakan tak ada pelanggaran dalam kegiatan Zulhas.

"Jadi tidak perlu diragukan lagi profesional Bang Zul. Kami meyakini apa yang dilakukan Bang Zul kemarin nggak ada yang salah dan nggak ada yang dilanggar dan itu juga sudah dibuktikan Bawaslu menjawab pelaporan dari Ray Rangkuti dkk bahwa tidak ada yang dilanggar dalam pelaksanaan kegiatan Bang Zul di Lampung. Jadi nggak ada yang perlu dirisaukan. Jadi Bang Fahri jangan baper juga menurut saya, sih," kata Yandri.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak juga Video: Fahri Hamzah Nilai KIB Ganggu Kinerja Kabinet Jokowi

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT