ADVERTISEMENT

Pihak Istri Sambo Respons Protes Ayah Brigadir J soal Pemakaman Dinas

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 17:11 WIB
Peti jasad Briadir J saat akan diangkat dari makamnya. (foto: istimewa)
Ilustrasi peti jenazah Brigadir Yoshua (Istimewa)
Jakarta -

Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, menyayangkan ucapan pengacara istri Irjen Ferdy Sambo terkait pemakaman dilakukan secara kedinasan. Pengacara istri Sambo, Arman Hanis, mengatakan tidak ada keberatan atas pemakaman dinas itu.

"Tanggapan saya soal itu kan sudah jelas, saya tidak keberatan, kami tidak keberatan. Tidak pernah kami bilang keberatan, coba dibaca, saya hanya menyampaikan bahwa saya selaku kuasa hukum Ibu PC menyayangkan diupacarakan secara dinas," kata Arman saat dihubungi, Sabtu (30/7/2022).

Arman membeberkan alasan menyayangkannya itu adalah Brigadir J merupakan terlapor atas dugaan pencabulan terhadap istri Sambo. Dia justru bertanya bagaimana nantinya jika Brigadir J benar terbukti melakukan hal yang dilaporkan itu.

"Artinya, dalam hal ini, kami menyayangkan bahwa ada terduga atau terlapor dugaan tindak pidana seksual itu yang, menurut hemat kami, itu adalah perbuatan tercela. Pertanyaannya begini: apakah sudah terbukti atau tidak? Itu kan yang selalu disampaikan," katanya.

"Pertanyaannya, kalau terbukti gimana? Bahwa si J melakukan perbuatan itu, terbuktinya bukan putusan pengadilan loh. Kenapa kita sampaikan begitu? Karena J sudah meninggal dunia. Jadi tidak mungkin permasalahan ini sampai ke pengadilan, laporan kami," tambahnya.

Lebih lanjut, Arman mengaku penyidikan terkait laporan kliennya tidak akan sampai proses pengadilan. Namun, jika terbukti, katanya, tentu pemakaman secara kedinasan itu tidak bisa dicabut.

"Kami juga paham kok, sebagai lawyer, kami paham, apabila terbukti bahwa J tersangka atau dijadikan tersangka sebagai sesuai laporan kami, terus bagaimana? Itu kan pasti tidak mungkin sampai ke pengadilan. Pertanyaannya, kan harus ada putusan berkekuatan hukum dari pengadilan. Ya nggak mungkinlah, kan tidak harus juga seperti itu," katanya.

"Dengan naiknya laporan Ibu PJ (istri Sambo) terkait pencabulan itu ke tahap penyidikan, berarti apa? Kita sama-sama tahu ada dua alat bukti berdasarkan keyakinan penyidik, itu sudah terpenuhi untuk dinaikkan ke tahap penyidikan, ada perbuatan itu, walaupun belum ada tersangka. Sekarang gimana kalau sudah ada tersangka, terus tersangka bahwa J sudah melakukan itu, diduga melakukan itu? Gimana kira-kira? Apakah upacara itu akan dicabut?" tambahnya.

Sebelumnya, pengacara istri Irjen Ferdy Sambo menyesalkan pemakaman ulang Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang digelar dengan upacara kedinasan. Ayah Brigadir Yoshua, Samuel Hutabarat, menyayangkan ucapan pengacara istri Irjen Ferdy Sambo.

"Kita tidak mau melihat pendapat dari orang lain. Satu saja kita katakan, hukum itu mengenal namanya asas praduga tak bersalah," ujar Samuel di Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan, Jumat (29/7).

"Anak kami ini belum dinyatakan bersalah dari putusan pengadilan mengatakan dia. Jangan begitu dong, jangan subjektif," sambungnya.

Samuel juga berterima kasih kepada Polri telah mengadakan upacara kedinasan bagi anaknya. Dia mengatakan pemakaman secara kedinasan menunjukkan anaknya benar-benar anggota Polri.

Simak video 'Amnesty Pertanyakan Status Ferdy Sambo Masih Jadi Kasatgassus Polri':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT