ADVERTISEMENT

Relawan Ungkap Pesan Jokowi: Ojo Kesusu Terlibat Politik Praktis Capres

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 29 Jul 2022 20:25 WIB
Jokowi
Foto: Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang tadi bertemu dengan organisasi relawannya di Istana Bogor. Dalam pertemuan itu, Jokowi disebut meminta relawan tak terlibat politik praktis soal calon presiden (capres) 2024.

"Beliau berpesan untuk relawan ojo kesusu. Beliau pertegas lagi untuk relawan tidak langsung terlibat politik praktis dulu soal capres (calon presiden). Pak Jokowi minta relawan lebih cenderung untuk bekerja membantu pemerintah," kata Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengungkap isi pertemuan dengan Jokowi dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (29/7/2022).

Umbas mengungkapkan, pertemuan dengan beberapa relawan ini memang sudah lama diagendakan. Namun, rencana tersebut baru terealisasikan hari ini pukul 13.30-15.30 WIB.

"Pertemuan dengan beberapa pimpinan relawan ini sudah lama diagendakan, tetapi baru terealisasi," kata Umbas.

Selain soal Pilpres 2024, Jokowi disebutnya juga memaparkan mengenai kondisi ekonomi global, termasuk krisis akibat perang Rusia dan Ukraina. Jokowi mengingatkan ancaman resesi perlu menjadi perhatian.

"Presiden berharap relawan tetap solid dan membantu pemerintah. Intinya, Presiden tetap fokus untuk menjaga dan mencermati semua kondisi global yang berpeluang berdampak ke Indonesia," ujar dia.

Umbas menuturkan Jokowi juga menceritakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin pada akhir Juni 2022 lalu. Jokowi, kata dia, mengaku cukup terkejut dengan ukuran meja dalam pertemuan dengan Putin tersebut.

"Presiden ceritakan pengalaman bertemu Vladimir Putin. Pak Jokowi kaget dengan meja kecil yang disiapkan, karena membuat jarak dengan Putin begitu dekat. Ini menggambarkan Indonesia dihormati. Saat berbincang dengan Putin pun, Pak Jokowi menilai Indonesia disegani," tutur Umbas.

"Secara diplomasi internasional, pertemuan Pak Jokowi dengan Putin membuat Indonesia cukup diperhitungkan. Jadi, pertemuan Pak Jokowi dengan Putin dan sebelumnya Zelensky (Presiden Ukraina) ingin memastikan perang untuk berhenti. Kami optimistis ini didengar. Meski, progres bertahap," imbuhnya.

(mae/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT