ADVERTISEMENT

Kemendikbud Perkuat Kemitraan Vokasi-UMKM Lewat Gernas BBI di Sulbar

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Jumat, 29 Jul 2022 17:50 WIB
Kemendikbudristek) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Bank Indonesia menggelar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) #SemangatSulbar.
Foto: Dok. Kemendikbudristek
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Bank Indonesia menggelar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) #SemangatSulbar.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya dalam rangka mendorong penguatan kerja sama antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan industri, khususnya UMKM.

"Sejalan dengan misi Merdeka Belajar, yakni mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk mengakselerasi peningkatan kualitas sistem pendidikan, maka melalui kegiatan ini kami juga akan menguatkan kerja sama antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan industri. Khususnya UMKM, melalui terobosan SMK Pusat Keunggulan, Kampus Merdeka Vokasi, dan Kampus Merdeka," ujar Nadiem dalam keterangan tertulis, Jumat (29/7/2022).

Hal ini ia sampaikan secara virtual dalam Peluncuran Awal Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Anjungan Pantai Manakarra, Desa Rimuku, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan Kemendikbudristek akan terus mendorong berbagai inisiatif yang berkaitan dengan pengembangan UMKM Indonesia. Hal ini guna meningkatkan rasa bangga terhadap produk dalam negeri.

"Dilaksanakannya Gernas BBI Semangat Sulbar tidak hanya akan menguatkan UMKM di Sulawesi Barat, tetapi juga semakin menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap produk-produk lokal," paparnya.

Nadiem optimistis melalui upaya bersama, UMKM dapat turut berperan strategis mewujudkan pembangunan berkelanjutan, baik di masa kini maupun masa depan.

"Hari ini kita akan selangkah lebih dekat lagi dengan tujuan tersebut dengan mulainya acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan tema Semangat Sulbar," kata Nadiem.

Sementara itu, Penjabat (Pj.) Gubernur Sulawesi Barat, Akmal Malik mengaku bangga lantaran Mamuju terpilih menjadi lokasi pelaksanaan acara Gernas BBI tahun ini. Sebagaimana diketahui, pandemi COVID-19 turut berdampak terhadap sektor perekonomian di daerah, termasuk di Mamuju.

Meski demikian, UMKM mampu menjadi penopang perekonomian di Sulbar dengan jumlah sekitar 125.215 UMKM/IKM yang terdaftar secara resmi. Di Sulbar, sektor industri kecil dan menengah (IKM) pun menyerap tenaga kerja mencapai lebih dari 49 ribu.

Akmal mengatakan produk dalam negeri, khususnya UMKM menjadi harapan bangkitnya perekonomian Indonesia, termasuk di Sulbar.

"Data dan fakta tersebut seharusnya semakin mengukuhkan kita untuk lebih banyak menggunakan produk lokal untuk mendukung ketahanan nasional," kata Akmal.

"UMKM di Sulbar juga saya harap belajar dari filosofi Sandeq, kecil tetapi lincah dan cepat, mempunyai nyali besar. UMKM meskipun kecil tetapi bisa tumbuh cepat berkat nyali yang besar. Dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini, diharapkan masyarakat Indonesia mencintai dan menggunakan karya anak bangsa utamanya produk UMKM lokal sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Mamuju dan sekitarnya terus meningkat," harapnya.

Akmal menambahkan dalam kegiatan kali ini, diadakan pelatihan bagi UMKM lokal dan simposium. Mengusung tema 'Memupuk Karakter Bangga Buatan Indonesia melalui Merdeka Belajar', kegiatan ini diikuti oleh 86 UMKM/IKM, yang juga telah mendapatkan pendampingan intensif.

Di sisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Odo R. M. Manuhutu mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk mendukung Gernas BBI. Terlebih, Gernas BBI beberapa bulan terakhir telah mendorong peningkatan belanja produk lokal melalui Aksi Afirmasi Belanja Pemerintah.

"Presiden telah memberikan arahan langsung kepada seluruh Kepala Daerah untuk merealisasikan belanja produk dalam negeri (PDN) utamanya UMKM, sebesar minimal 40 persen anggaran. Selain itu, Kepala Daerah juga diminta agar melakukan percepatan penayangan e-katalog lokal, memastikan belanja PDN melalui e-katalog, dan mendorong Tim P3DN/BBI untuk segera merealisasikan komitmen belanja PDN," urainya.

Di samping itu, ia juga mengimbau Pemda untuk turun langsung mengawal belanja PDN dan penayangan e-katalog lokal di daerahnya masing-masing. Dengan demikian, rangkaian Kampanye Gernas BBI dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di Sulawesi Barat.

"Kepada para pelaku UMKM/IKM/Artisan terlebih generasi muda, para pelajar Sulawesi Barat, mari manfaatkan momentum Gernas BBI untuk meningkatkan wawasan, kapasitas dan usaha kita terus berkembang dan semakin maju untuk Indonesia," pungkasnya.

Simak juga 'Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT