Nadiem Ingin Produk Maluku Dikenal hingga Lintas Benua

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 14:18 WIB
Nadiem Makarim hadiri Festival Musik Tradisi di Toba
Foto: doc. Kemdikbud
Jakarta -

Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim mengajak seluruh masyarakat mempromosikan produk Maluku hingga lintas benua. Untuk itu ia menggelar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) #AromaMaluku untuk menunjukkan potensi produk-produk unggulan dari Maluku.

"Melalui Gernas BBI, kita akan mengharumkan aroma Maluku agar tercium sampai ke lintas benua. Karya buatan anak bangsa adalah bekal kita untuk melompat ke masa depan, untuk mewujudkan Indonesia berkelanjutan," kata Nadiem dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Nadiem menyatakan seluruh inisiatif Gernas BBI Aroma Maluku mengedepankan sinergi sebagai upaya mewujudkan penguatan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.

"Kami telah berkomitmen untuk menjalin dan menguatkan kerja sama antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan industri. Hal itu terwujud dalam program-program SMK Pusat Keunggulan, Kampus Merdeka Vokasi dan Kampus Merdeka," tutur Nadiem.

Untuk mewujudkan sinergi antara dunia pendidikan dan kebudayaan dengan dunia usaha dan industri, Nadiem menyampaikan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku industri harus berkolaborasi dan bertransformasi. Hal tersebut dikatakannya juga menjadi tujuan dari gerakan Merdeka Belajar.

"Melalui semangat Merdeka Belajar, pemerintah berupaya menghilangkan sekat-sekat yang memisahkan dunia pendidikan dan kebudayaan dengan sektor ekonomi," cetus Nadiem.

Ia menegaskan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sumber daya sebagai aset ekonomi yang menyejahterakan masyarakat, maka sektor pendidikan dan sektor industri perlu bertransformasi memanfaatkan platform digital.

"Hilangnya sekat-sekat pembatas perlu dibarengi dengan transformasi yang dapat memperkenalkan karya-karya asli Maluku ke publik yang lebih luas. Transformasi ini perlu diupayakan dengan pemanfaatan teknologi digital, salah satunya melalui platform e-commerce," jelas Nadiem.

"Mari kita bersama-sama menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Aroma Maluku dan terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar," seru Nadiem.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Maluku Murad Ismail mengatakan lewat Gernas BBI pemerintah memberikan panggung kepada produk-produk lokal dan UMKM agar mampu berkembang, berdaya saing, dan lebih inovatif.

"Kita ingin produk buatan anak bangsa harus dapat mengisi pasar kita sendiri sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus membuka lapangan kerja baru," ungkap Murad.

Murad menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus memberi ruang seluas-luasnya nya bagi pelaku usaha, khususnya UMKM agar terus memacu diri berinovasi kreatif dan menciptakan peluang-peluang baru.

"Saya berjanji akan saya sentuh UMKM yang mau berinovasi dan terus berkembang. Marilah kita bangun daerah-daerah ini dengan produk-produk kita sendiri. Ini potensi lokal yang akan terus kita dorong bagi perkembangan ekonomi di Maluku. Cintailah produk-produk masyarakat lokal dengan cara membeli dan menggunakan produk-produknya," tutur Murad.

Sebagai informasi, dalam acara puncak Gernas BBI ini, Kemendikbud Ristek sebagai manajer kampanye Gernas BBI mengikutsertakan 26 usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terdiri dari tiga kategori, yakni kuliner, fashion, dan kriya untuk menampilkan produk terbaiknya. Mereka akan mengisi enam belas stan yang tersedia.

Dalam acara puncak tersebut, Kemendikbud Ristek juga memberikan penghargaan kepada para juara yang mengikuti lomba kreasi konten media sosial Gernas BBI, produk unggulan UMKM, dan lomba kuliner warisan Maluku. Tiga sekolah yang menjuarai lomba kuliner warisan Maluku yaitu SMKN 5 Ambon sebagai juara pertama, SMK Kalam Kudus Ambon sebagai juara kedua, dan SMKN 6 Ambon sebagai juara ketiga. Ketiga sekolah ini mendapatkan uang pembinaan dari Kemendikbud Ristek.

(prf/ega)