Pemerintah Kaji UN Ulangan
Rabu, 21 Jun 2006 10:14 WIB
Jakarta - Hasil Ujian Nasional (UN) 2006 menggoreskan kekecewaan bagi beberapa pelajar SMA karena tidak lulus. Mereka meminta penyelesaian sebaik-baiknya, antara lain dengan diselenggarakannya ujian ulangan.Saat ini pemerintah hanya menawarkan solusi alternatif di jalur non formal, yakni dengan mengambil ujian paket C. Dulu, ujian semacam ini dikenal sebagai ujian penyetaraan."Pemerintah akan mengkaji bersama DPR apakah memang perlu dilakukan ujian ulang," kata juru bicara Depdiknas Bachrul Hayat, saat dihubungi detikcom, Rabu (21/6/2006).Dikatakan dia, pengkajian ini rencananya akan dilakukan pada 28 Juni mendatang. Waktu ini dipilih karena kelulusan SMP baru akan diumumkan pada 19 Juni.Untuk itu Bachrul mengimbau agar perguruan tinggi melakukan penerimaan bersyarat untuk siswa yang lulus Penelusuran Minat dan Keteranpilan (PMDK)."Jadi ditunggu ijazahnya dulu. Kalau siswa itu tidak lulus, entah mau dengan ujian paket C atau mungkin nanti bila ada kebijakan ujian ulang," urainya.Dia juga menegaskan tidak ada perbedaan antara lulus dari ujian paket C untuk anak SMA dengan lulus dari UN biasa."Sama saja, ijazah yang dikeluarkan untuk paket C itu ditandatangani Kepala Dinas Kab/Kota. Dan yang mengeluarkan tanda lulus secara nasional tetap Badan Standar Nasional Pendidikan," tuturnya.Namun dia meminta agar para siswa mulai dari sekarang merpersiapkan diri, baik untuk ujian paket C atau ulangan UN, jika nanti jadi diadakan."Juga jangan khawatir dengan ujian paket C. Karena bila lulus, tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, bisa bekerja, atau melanjutkan sekolah ke luar negeri sekali pun," imbuhnya.
(ndr/)











































