2 Eks Pejabat BPBD Kabupaten Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Bencana

ADVERTISEMENT

2 Eks Pejabat BPBD Kabupaten Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Bencana

Solihin - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 20:33 WIB
Kejari Cibinong tetapkan 2 eks pejabat BPBD Kabupaten Bogor tersangka korupsi dana bencana
Kejari Cibinong tetapkan 2 eks pejabat BPBD Kabupaten Bogor tersangka korupsi dana bencana. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong menetapkan dua orang eks pejabat dan staf di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor berinisial S dan SS, sebagai tersangka dugaan korupsi dana tanggap darurat pada dinas BPBD. Kerugian negara akibat perbuatan kedua tersangka mencapai Rp 1,7 miliar.

"Melalui proses berdasarkan mekanisme yang ada pada kami, jadi pada hari ini kami telah menetapkan 2 orang, berdasarkan surat penetapan tersangka nomor 723 kemudian surat penetapan tersangka nomor 724, kami telah menetapkan dua orang tersangka yaitu yang pertama atas nama inisial S, yang kedua atas nama inisial SS," kata Kasie Intel Kejaksaan Negeri (Kajari) Cibinong Juanda dalam keterangannya, Kamis (28/6/2022).

"Itu perkembangan terbaru terkait dengan penanganan tindak pidana penyidikan dana tanggap darurat pada dinas BPBD tahun anggaran 2017," tambahnya.

Juanda menjelaskan, dugaan tindakan korupsi itu dilakukan pada 2017 ketika S menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bogor. Sementara SS bekerja sebagai staf atau anggota di Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor dengan status pegawai kontrak.

"Tersangka inisial S ini adalah menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada kantor BPBD Kabupaten Bogor pada tahun 2017. Kedua, tersangka atas nama SS, yang bersangkutan sebagai pegawai kontrak pada BPBD Kabupaten Bogor tahun 2011-2018," jelas Juanda kepada wartawan.

"Kalau S, dia berperan sebagai yang melakukan pelaksanaan kegiatan pencairan anggaran BTT (Belanja Tak Terduga) tahun anggaran 2017 tersebut. Sedangkan tersangka SS, dia membantu dalam rangka tugasnya sebagai staf ataupun anggota dari Kabid. Si Kabid ini sebagai pelaksana anggaran, pelaksana kegiatan," tambahnya.

Juanda menyebut kerugian negara akibat dugaan tindakan korupsi yang dilakukan kedua tersangka, mencapai Rp 1,7 miliar. Dana yang dikorupsi, merupakan dana belanja tidak terduga (BTT) yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun anggaran 2017.

"(Kerugian negara) dari kegiatan ini, berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara mencapai 1.743.450.000, estimasi kurang lebih seperti itu. Anggaran itu berasal dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2017," ungkap Juanda.

Kedua tersangka, kata Juanda, diduga melakukan korupsi dana bantuan untuk masyarakat korban bencana sehingga jumlah yang disalurkan tidak sesuai dengan ketentuan.

"Berdasarkan keterangan dalam proses penyelidikan kita memperoleh, berdasarkan keterangan saksi-saksi, bahwa penyaluran bantuan yang disalurkan kepada korban itu tidak sampai sebagaimana mestinya, berdasarkan ketentuan yang telah ada sehingga ada potongan-potongan, sehingga masyarakat tidak mendapat secara sempurna dari bantuan tersebut," sebut Juanda.

Kedua tersangka, dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999. Dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

"Terkait penetapan ini, selanjutnya yang bersangkutan akan kita periksa sebagai tersangka. Nanti penyidik akan melakukan panggilan kepada yang bersangkutan. Penetapan baru hari ini, selanjutnya kita akan lakukan langkah-langkah dalam rangka penyempurnaan berkas perkara," pungkas Juanda.

Simak juga 'KPK Tahan Heri Sukamto di Kasus Korupsi Proyek Stadion Mandala Krida':

[Gambas:Video 20detik]

(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT