ADVERTISEMENT

BPJS Kesehatan Tanggung Pengobatan Skizofrenia, Ini Manfaatnya

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 17:30 WIB
Peserta BPJS Kesehatan.
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

BPJS Kesehatan menghadirkan pelayanan kesehatan mental bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Satu di antaranya pelayanan bagi peserta JKN yang termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Dengan kata lain, pemegang kartu BPJS kesehatan yang mengalami disabilitas mental atau gangguan kesehatan mental dapat memperoleh akses pengobatan secara gratis mulai dari rehabilitasi medis hingga konseling dengan psikolog di fasilitas kesehatan.

Manfaat layanan ini telah dirasakan oleh Unayah (54) untuk mengobati adiknya yang mengidap skizofrenia. Warga Cikulur, Kabupaten Lebak ini mengaku adiknya divonis memiliki riwayat skizofrenia paranoid sehingga harus berobat jalan.

Seperti diketahui, skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang akan mengalami kecurigaan atau ketakutan terhadap sesuatu yang tidak nyata dan halusinasi. Adapun kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang berusia 18-30 tahun.

"Alhamdulillah dari 2014 sudah menggunakan BPJS Kesehatan dan sangat bermanfaat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/7/2022).

Unayah bercerita sakit kejiwaan yang diderita adiknya telah berjalan hampir lima tahun. Adiknya pun terpaksa harus dipasung keluarganya. Namun, pihak keluarga akhirnya membawa sang adik ke layanan kesehatan terdekat.

"Waktu awal-awal tidak tahu harus berobat ke mana karena tidak ada biaya. Baru akhirnya coba bawa berobat ke Puskesmas wilayah Cigeulis pakai kartu KIS," katanya.

Saat awal berobat menggunakan BPJS Kesehatan, Unayah mengaku obat untuk adiknya tidak tersedia di rumah sakit di daerahnya sehingga mengharuskannya menebus obat di luar.

"Untuk obat selalu ada, tapi memang tahun-tahun sebelumnya sempat mengeluhkan tidak ada obat dan mengharuskan membeli obat di luar," ungkapnya.

Saat ini seluruh keluarganya telah terdaftar program JKN BPJS Kesehatan. Selama menggunakan program JKN, ia mendapat pelayanan yang baik tanpa dipungut biaya.

"Alhamdulillah pelayanannya ramah, apalagi selama berobat jalan yang sudah puluhan kali keluar masuk rumah sakit tanpa iur biaya sepeserpun," jelas Unayah.

Unayah pun berharap ke depannya pemerintah tetap menghadirkan program BPJS Kesehatan. Sebab, program JKN sudah banyak membantu dirinya dan keluarga yang berjuang untuk kesembuhan sang adik.

"Harapannya ke depan BPJS harus berjalan dan berlanjut terus, karena ini sangat membantu bagi kami keluarga yang tidak mampu," tutupnya.

Simak juga 'Dirut BPJS Heran: Bayar Rokok Rp 150 Ribu Bisa, Iuran Rp 42 Ribu Berat':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT