ADVERTISEMENT

Penderita Gagal Ginjal Terbantu JKN, Biaya Ditanggung BPJS Kesehatan

Hanifa Widyas - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 15:39 WIB
Peserta JKN BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Seorang petani bernama Wanta (43) merasa kecewa bercampur sedih saat dokter mendiagnosa dirinya terkena penyakit gagal ginjal. Ia mengatakan penyakit ini memberikan dampak tersendiri untuk aktivitas sehari-hari.

Sebelum didiagnosa sakit gagal ginjal, Wanta dan keluarga sudah berusaha mengobati sakit yang dialaminya sejak beberapa tahun terakhir tersebut. Namun kini, Wanta diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali dalam seminggu.

"Sedih waktu dokter bilang harus cuci darah seminggu dua kali. Tapi mau bagaimana lagi, harus bisa kuat karena saya kepala keluarga," ujar Wanta dalam keterangan tertulis, Kamis (28/7/2022).

Warga Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu ini sempat merasa khawatir karena ia tahu biaya cuci darah tidaklah sedikit. Namun, lanjut Wanta, berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ia sudah tidak khawatir lagi biaya cuci darah. Menurutnya, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan harapan tersendiri.

Wanta baru terdaftar sebagai peserta JKN pada tahun 2021 lalu. Kategori JKN yang diterima olehnya adalah segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Meski begitu, ungkap Wanta, biaya cuci darah yang ia lakukan ditanggung sepenuhnya sesuai prosedur sebab ia telah terdaftar sebagai peserta JKN.

"Alhamdulillah, saya dan keluarga merasa tertolong berkat BPJS Kesehatan. Apalagi untuk cuci darah, semuanya ditanggung BPJS Kesehatan," ucap Wanta.

Wanta menilai pelayanan, perawatan, administrasi, dokumen, dan lainnya cukup baik dan cepat selama dirinya mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan menggunakan JKN. Selain itu, menurutnya antrean yang terdapat di fasilitas kesehatan juga masih sangat wajar.

"Saya sangat berterima kasih karena sudah dibantu oleh Program JKN. Cuci darah ini adalah penyakit yang membutuhkan biaya besar dan banyak sekali teman-teman seperti saya yang menggantungkan harapannya pada program ini. Semoga program ini semakin maju dan jadi ladang pahala bagi mereka semua yang ikut berkontribusi di dalamnya," tandas Wanta.

Simak juga 'Dirut BPJS Heran: Bayar Rokok Rp 150 Ribu Bisa, Iuran Rp 42 Ribu Berat':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT