ADVERTISEMENT

Warga Tangerang Kena DBD, Beruntung Terdaftar JKN BPJS Kesehatan

Dea Duta Aulia - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 17:02 WIB
Peserta BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Yanto Permadi Setiawan Saputra (28) merasakan manfaat dari program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) ketika dirinya sedang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pria yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Makiyah Kota Tangerang ini mengatakan, ketika terserang penyakit DBD, dirinya sempat menggigil selama empat hari. Hal itulah yang membuatnya memutuskan untuk segera pergi ke UGD rumah sakit.

"Awalnya saya mengalami demam selama 3 hari berturut-turut dan merasa pusing. Saat itu saya pikir hanya demam biasa karena tidak ada keluhan yang lainnya. Hari keempat saya mulai khawatir, karena demamnya tak kunjung turun. Karena kondisi saya tidak ada perubahan, saya memutuskan segera ke UGD Rumah Sakit. Saya sudah 2 hari dirawat, syukur keadaan saya sudah semakin membaik," kata Yanto dalam keterangan tertulis, Kamis (28/7/2022).

Ia menjelaskan manfaat dari program JKN sudah dirasakan olehnya sejak pertama kali berada di rumah sakit tersebut. Setelah menunjukkan kartu keanggotaan JKN, Yanto segera mendapatkan perawatan intensif dan mendapatkan pelayanan tepat.

"Saya senang dengan pelayanan di rumah sakit ini, meskipun saya menggunakan Kartu JKN saya dilayani dengan sangat baik, pelayanan yang diberikan kepada saya sama dengan yang diberikan kepada pasien umum lainnya. Petugas Kesehatannya juga ramah dan kooperatif," ujarnya.

Ia menjelaskan sejumlah keluhan yang dirasakan pun direspons positif oleh tenaga medis yang merawat. Bahkan, ia tidak perlu menggunakan biaya pribadinya untuk membayar pengobatan.

"Dengan adanya Program JKN, saya tidak perlu menggunakan tabungan untuk biaya pengobatan karena semua sudah ditanggung oleh Program JKN," katanya.

Ia berharap, Program JKN bisa berlangsung lama. Sebab program tersebut menghadirkan banyak manfaat bagi masyarakat.

"Semoga Program JKN dapat terus berlangsung agar dapat terus membantu masyarakat Indonesia, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu," tutupnya.

Simak juga 'Dirut BPJS Heran: Bayar Rokok Rp 150 Ribu Bisa, Iuran Rp 42 Ribu Berat':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT