ADVERTISEMENT

Temuan Galon Palsu, YLKI Imbau Agen-Distributor Punya Lisensi Resmi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 14:20 WIB
Ilustrasi galon air mineral.
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendorong produsen air minum isi ulang untuk mengambil langkah terkait kasus pemalsuan tutup galon air minum isi ulang. Anggota Pengurus Harian YLKI Tubagus Haryo meminta agar produsen melakukan evaluasi di seluruh mata rantai distribusi secara rutin.

Selain itu juga mempertimbangkan modifikasi desain kemasan, baik galon, tutup maupun segelnya, serta mengedukasi konsumen cara memilih produk yang terjamin asli.

"Juga sudah seharusnya setiap distributor dan agen memiliki lisensi resmi," kata Tubagus dalam keterangan tertulis, Kamis (28/7/2022).

Menurut Tubagus, kejahatan tersebut bukan sekadar pemalsuan tutup botol, tapi juga isi air minum di dalam galonnya.

"Justru air minum dalam kemasan galon itu bukan keluaran pabrikan, sehingga jelas konsumen yang dirugikan," tuturnya.

Diketahui pada keterangan dan peragaan penangkapan pihak kepolisian minggu lalu, terlihat kemasan galon beserta tutup terlihat sama dengan asli seperti yang beredar resmi di pasaran.

Di sisi lain, dia memuji kinerja polisi yang mempublikasikan aksi kejahatan terhadap konsumen tersebut. Menurutnya langkah ini diperlukan supaya masyarakat lebih waspada terhadap kualitas air dalam kemasan galon isi ulang.

Diketahui sebelumnya Kepolisian Resor Cilegon, Banten mengungkap kasus pemalsuan tutup galon air minum isi ulang pada Jumat (22/7) lalu.

Dalam konferensi pers, Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro menjelaskan anak buahnya telah menangkap lima orang tersangka. Salah satu dari tersangka merupakan pemilik gudang agen, sementara tersangka lainnya, yakni penjual tutup galon masih dikejar polisi.

Para pelaku diancam terjerat pasal perlindungan konsumen, dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Lebih lanjut Eko memaparkan bagaimana para pelaku beraksi. Mereka mengganti tutup galon, sementara isi air galon tersebut bersumber dari depot air minum.

Setelah itu, mereka mendistribusikan galon air minum isi ulang tersebut ke toko-toko dan warung-warung. Mereka menjualnya dengan harga Rp 16.000. Padahal modal yang digunakan hanya Rp 10.000 (Rp 5.000 untuk membeli air dan Rp 5.000 untuk membeli tutup galon).

Dikatakannya, aksi ini telah berlangsung selama dua tahun. Selama kurun waktu itu, para pelaku berhasil meraup keuntungan hingga Rp 28 juta setelah mampu memalsukan 2.500 galon per bulan.

Eko pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli air minum dalam kemasan galon isi ulang. Dia menyarankan konsumen untuk melihat nomor seri pada tutup dan mencocokkannya dengan nomor seri pada galon. Apabila keduanya berbeda konsumen diminta menanyakannya kepada penjual karena produk asli memiliki nomor seri yang sama, baik pada tutup maupun badan galonnya.

"Saya juga menyarankan kepada produsen untuk membuat bulan pengaduan khusus konsumen karena khawatir pemalsuan ini terjadi di daerah lain," tandasnya.

Simak juga '14 Ribu Masyarakat Teken Petisi Bongkar Kartel Minyak Goreng':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT