ADVERTISEMENT

Aliansi Ojol Aksi 'Jahit Mulut', Kemenhub Jelaskan soal Kenaikan Tarif

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 19:45 WIB
Aliansi Ojol Aksi Jahit Mulut
Aliansi Ojol Aksi 'Jahit Mulut' (Dok. Barisan Ojol Merdeka)
Jakarta -

Aliansi Barisan Ojol Merdeka (BOM) menggelar unjuk rasa bertajuk 'Tanpa Kata' di Patung Kuda, Jakarta Pusat, siang tadi. Unjuk rasa dilakukan dengan cara aksi 'jahit mulut'.

Penanggung jawab aksi, Hamman Krishna, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai representasi kaum ojol yang sudah tidak bisa menyampaikan aspirasinya lagi. Sebab kata dia, beberapa hal yang menjadi tuntutan kaum ojol dan janji Menteri Perhubungan tak kunjung direalisasi.

"Aksi Tanpa Bicara ini terjadi karena kami ojol sudah tidak tahu bagaimana lagi caranya menyampaikan aspirasi kami kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Yang kami minta hanyalah kesejahteraan ojol dapat terjamin," kata Krisna saat dihubungi, Rabu (27/7/2022).

"Segala aksi dan upaya sudah kami lakukan dengan segenap tenaga dan suara, namun sampai saat ini hasilnya belum ada kesejahteraan ojol, padahal Bapak Budi Karya sudah nyaris hampir 10 tahun menjadi Menteri Perhubungan," imbuhnya.

Krishna mengatakan pihaknya dalam hal ini membawa beberapa tuntutan. Salah satunya meminta kenaikan tarif ojol di tengah meningkatnya kebutuhan.

Krishna mengaku, sejak Januari 2022, pihaknya sudah melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan serupa. Selain itu, pihaknya telah melayangkan surat kepada Kemenhub. Namun hingga kini tuntutan tersebut tak kunjung dipenuhi.

"Namun kenyataannya sampai detik ini tidak ada realisasi konkret yang dilakukan pihak-pihak terkait dalam hal ini," kata dia.

Krishna menuturkan, pihaknya sudah bertemu dengan perwakilan Kementerian Perhubungan sore tadi. Nantinya, pada 12 Agustus mendatang, Kemenhub bersama ojol akan melakukan evaluasi tarif.

Krishna mengatakan jika tidak ditepati, pihaknya berencana akan menggelar aksi dengan eskalasi massa yang lebih besar.

"Tadi sudah berdiskusi dan Pak Toni (Kasubdit Angkutan Perkotaan) menyampaikan kalau tidak salah 12 Agustus kita akan evaluasi tarif maksimal. Kalai tanggal 12 tidak terjadi evaluasi tarif, makan akan aksi lebih dari ini. Lebih banyak konteks, bisa lebih banyak atau lebih nekat dari hari ini," jelasnya.

Tanggapan Kementerian Perhubungan

Staf Utama Menteri Perhubungan Budi Setyadi, mengatakan banyak pertimbangan yang harus dilakukan untuk merealisasikan tuntutan, terutama soal kenaikan tarif ojol.

"Tapi kan untuk kenaikan itu tidak serta merta langsung cuma dari satu aspek kita melakukan pertimbangan. Kemenhub sudah berapa bulan, melakukan satu kajian satu survey. Kenaikannya kira-kira berapa angkanya supaya ini kan usaha ekosistem yang dilakukan bisa berlanjut. Jadi jangan sampai kemudian naiknya tinggi banget, nanti habis. Masyarakat sebagai customer kemudian tarifnya terlampau tinggi kan nggak mungkin," kata Budi.

Budi mengatakan pihaknya akan bertemu dengan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) terlebih dahulu untuk mengkomunikasikan hal tersebut. Terkait tarif yang menjadi tuntutan, Budi menyebut paling lambat akan dipertimbangkan selam dua pekan ke depan.

"Nanti akan kita pertimbangkan kembali selama satu atau dua minggu ini. Makanya kita masih ada satu mekanisme lagi, kita akan ketemu dengan YLKI, supaya nanti naiknya tidak terlalu tinggi jadi harus ada titik temu mempertimbangkan dengan berbagai macam pertimbangan yang ada secara komprehensif kita pertimbangkan itu," pungkasnya.

Simak juga Video: Kisah Bu Menon Bukan Pengemudi Ojol Biasa

[Gambas:Video 20detik]




(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT