ADVERTISEMENT

Julianto Eka Putra juga Dituntut Ganti Rugi Korban Rp 44 Juta

Tim detikJatim - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 15:21 WIB
Kasus Julianto Eka Putra memasuki tahap baru. Julianto Eka Putra (JE) ditahan atas dugaan kekerasan seksual pada siswa Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI).
Julianto Eka Putra (Foto: dok. Istimewa/Kejati Jatim)
Malang -

Bos Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Batu, Julianto Eka Putra (JE) atau Ko Jul, dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp 300 juta dalam sidang kasus kekerasan seksual. Selain itu, ia dituntut membayar restitusi atau ganti rugi kepada korban sebesar Rp 44 juta.

"Ada juga tuntutan membayar restitusi kepada korban sebesar Rp 44 juta. Dengan Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," ujar Kepala Kejari Kota Batu sekaligus jaksa penuntut umum (JPU) Agus Rujito di Pengadilan Negeri (PN) Malang, seperti dilansir detikJatim, Rabu (27/7/2022).

Sebelumnya, dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan kasus kekerasan seksual ini, JE dituntut 15 tahun penjara. Selain itu, dia dituntut denda Rp 300 juta.

Sidang kasus kekerasan seksual pada siswa SPI ini digelar di PN Malang. Pantauan detikJatim, sidang dimulai pukul 09.15 WIB saat kuasa hukum JE, Hotma Sitompul, memasuki ruangan sidang Cakra. Lalu pada pukul 12.50 WIB, JPU terlihat keluar dari ruang sidang.

"Terdakwa dituntut 15 tahun. Denda Rp 300 juta subsider 6 bulan," ungkap Agus.

Sebelumnya, sidang tuntutan ini sempat ditunda selama sepekan. Penundaan ini atas adanya keperluan jaksa memasukkan alasan yuridis agar lebih meyakinkan hakim.

Baca selengkapnya di sini

(idh/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT